Pariwisata dan ekonomi kreatif pasti akan menerima manfaat pajak

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjamin bahwa industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan menerima manfaat pajak. -Pemerintah juga telah mengeluarkan Menteri Keuangan (PMK) nomor 44 / PMK.03 / 2020 sebagai perpanjangan dari PMK 23.

Baca: Reza Rahadian menuntut insentif pajak untuk industri film, Sri Mulyani menjelaskan Permenkeu No. 23

“PMK memberikan insentif dalam bentuk subsidi PPh 21, membebaskan tarif impor PPh ke-22 dan Bentuk pengurangan 25 PPh sebesar 30% “, Wishnutama dinyatakan dalam bentuk tertulis, Senin (4/4/2020).

Setelah industri memberikan insentif pajak, perluas cakupan bidang aplikasi untuk memasukkan pariwisata dan ekonomi kreatif. kebijakan.

Baca: Industri pariwisata dan hotel adalah industri yang paling terpengaruh Covid-19

“Ekspansi industri mencakup pariwisata, yang juga mencakup hotel, restoran, agen perjalanan, dan industri pariwisata lainnya seperti fotografi, Periklanan, film dan industri kreatif lainnya, “tambahnya.

Menurut kebijakan pajak preferensial Wihsnutama dan langkah-langkah mitigasi Covid-19 untuk pariwisata dan ekonomi kreatif (daerah yang paling terkena dampak)

Membaca: Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara Dan Jakarta Covid -19 adalah tujuan wisata paling terpengaruh-menurut instruksi Presiden Joko Widodo, Kemenparekraf akan terus memitigasi dampak COVID-19 lainnya. Pariwisata dan ekonomi kreatif.

Saya berharap bahwa setelah pandemi berakhir, pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi sektor pertama yang pulih dan beradaptasi dengan normal baru.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon