Pada kuartal pertama tahun 2020, Indonesia AirAsia mengalami kerugian sebesar Rp 345 miliar

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pendapatan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pada kuartal I tahun ini mencapai Rp 1,33 triliun.

Nilai ini sama dengan laba operasi. 1. Rp 33 triliun, tahun yang sama tahun lalu. — Menurut laporan keuangan CMPP untuk kuartal pertama tahun 2020 yang dirilis pada hari Sabtu, 29 Agustus, maskapai ini menerima pendapatan 1,11 triliun rupiah dari penerbangan penumpang berjadwal, diikuti oleh 122,21 miliar rupiah untuk penerbangan bagasi terjadwal, dan pendapatan kargo Menyumbang 29,69 miliar rupiah. -Selain itu, pendapatan jasa penerbangan berkontribusi Rp 30,04 miliar, pendapatan jasa catering Rp 15,17 miliar, pendapatan jasa ground handling Rp 99,9 miliar dan pendapatan lain-lain 5,24 miliar rupiah. — Beban usaha AirAsia Indonesia Tbk juga meningkat dari Rp1,41 triliun pada triwulan I 2019 menjadi Rp1,68 triliun pada triwulan I 2020, meningkat 19,14%. –Baca: Korban Badai Corona, Indonesia AirAsia: 873 Karyawan-Alhasil, kerugian operasional CMPP meningkat menjadi Rp 352,9 miliar, meningkat 344,51% dibanding periode yang sama tahun 2019, menjadi hanya 79,39 miliar rupiah. -Pada saat yang sama, pada akun pendapatan keuangan, kerugiannya sebesar 91,40%. Kinerja keuangan menyusut dari tidak lebih dari Rp 1,05 miliar menjadi Rp 548,57 juta.

Oleh karena itu, AirAsia Indonesia harus menanggung kerugian yang dapat diatribusikan kepada induk perusahaan untuk tahun berjalan Dengan nilai Rp 345,53 miliar, nilai tersebut melonjak 268,41 miliar dibanding rugi bersih Rp 93,79 miliar pada kuartal I 2019. -Dari sisi aset, total aset yang dibukukan CMPP pada akhir Maret 2020 mencapai Rp 7,26 triliun, meningkat 178% dari total aset Rp 2 pada akhir tahun lalu. 61 triliun dolar AS.

Bacaan: 23 maskapai penerbangan menangguhkan penerbangan ke dan dari China: American Airlines, AirAsia, Emirates

Kepala Sekretaris CMPP Indah Permatasari Saugi menyatakan peningkatan aset tersebut karena penerapan PSAK 73 dalam laporan posisi keuangan Pasca penerbangan carter pesawat operasional, akun-kewajiban aset tetap tercatat sebesar 8,19 triliun rupee pada akhir Maret 2020, meningkat 240% dari total kewajiban selama periode tersebut.Jumlah total pada Desember 2020 sebesar Rp 2,41 triliun. -Dia mengatakan dalam pesan bersama, Sabtu (29/8/2020): “Peningkatan total kewajiban karena peningkatan penggunaan PSAK 73 untuk kewajiban sewa guna usaha – dan kenaikan derivatif pada tahun 2020”). (Tunai / Ika Puspitasari)

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon