Mantan menteri keuangan itu ternyata pencinta seni dan pernah menjadi juara teater

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku pencinta seni, meski pada akhirnya terlibat dalam ekonomi dunia. Saya bahkan tidak berpikir untuk menjadi seorang ekonom.

“Saya baru mulai, saya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang ekonom. Saya paling tidak suka ekonom,” katanya. Ia mengatakan dalam webinar “Art Open the Way”, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, masa lalunya berbeda dengan masa kini. Banyak orang bisa hidup dari kreativitas. Pernah jadi sutradara masak.

Karir seni saat itu bagaikan impian baginya, karena orang tua tidak senang ketika anak-anak mengikuti kegiatan seni.

Baca: Chatib Basri menyarankan agar bantuan sosial diberikan untuk mencapai tujuan melalui kredit

“Saat itu tidak mungkin. Orang tua saya memperlakukan seni saya Saya kurang puas dengan karir saya. Saya sangat merindukan sekolah, ‚ÄĚkata Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Rektor Keuangan. . Saya ingin menerima ekonomi yang berlaku pada saat itu seperti jurusan teknik pada saat itu. –Akhirnya, ia mengaku menjadi korban dari keadaan ini karena ia harus bersekolah di sekolah formal ekonomi dan tidak punya jurusan sastra atau drama. — “Saya kurang paham hakikat ekonomi. Misalnya di sastra dan teater, saya suka banget,” kata Chatib.

Di sisi lain, hobinya terlibat dalam kegiatan seni cukup memuaskan, yaitu teater yang ia lakukan saat ia menjuarai sebuah festival di Jakarta Pusat saat SMA. – “Kami membuat teater, dan teater kami dimenangkan di Festival Teater Pusat Jakarta oleh Taman Ismail Marzuki. Kami sangat serius, dan mungkin sebagian besar teman saya melanjutkan Di sana misalnya Mira Lesmana kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta), lalu kita main bareng. Dia menyimpulkan di “Time Bomb”, Doni Damara adalah aktor sebenarnya, lalu Teo Pa Tio Pakusadewo adalah aktor sungguhan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon