PGN mendukung sektor industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional

TRIBUNNEWS.COM-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen teguh untuk mendukung nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan utilitas gas bumi.

PGN menjalankan bisnis gas bumi yang terintegrasi, tidak sekedar mendistribusikan gas bumi melalui penggunaan infrastruktur pipa. Hanya pengelolaan CNG dan LNG yang diikutsertakan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi Indonesia yang meliputi 17 provinsi dan 66 kabupaten / kota.

Sekjen PGN Rachmat Hutama menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh industri, dalam hal ini PGN memenuhi kebutuhan gas bumi dengan harga yang kompetitif.

“Sektor industri menyumbang sekitar 40% dari struktur perekonomian nasional. Oleh karena itu, PGN terus bekerja keras untuk mendukung daya saing dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mendistribusikan gas bumi ke berbagai daerah dan daerah khusus. Kawasan industri dan ekonomi. Saat ini PGN telah memiliki 87 Kawasan Industri yang Memberikan Jasa yaitu Kawasan Industri Nasional Eksisting.2021-Berdasarkan teori kuantitas, dalam hal penyaluran gas bumi ke pelanggan, kelompok pelanggan industri dan komersial memiliki pangsa penyaluran gas bumi terbesar, yaitu menyerap 99,4 dari total penyaluran gas bumi PGN %.

“PGN akan mendukung rencana pembangunan daerah ke depan. Industri sebagai penggerak perekonomian sejalan dengan RJPMN 2020-2024, salah satunya adalah Kawasan Industri Batang. Ke depan, setelah pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang rampung, PGN bisa mengembangkan infrastruktur CNG atau LNG. Selain itu, PGN juga akan membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi di ruas Sei Mengkei-Dumai untuk mendorong pengembangan kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa. Proses tersebut dianggap sebagai alat yang ampuh untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan pertumbuhan ekonomi.

Sesuai komitmen tersebut, PGN selaku subpemilikan gas bumi juga tengah mematangkan proses implementasi kebijakan harga gas bumi sesuai Peraturan Menteri 89.K / 2020. Untuk industri tertentu, persyaratan 6 USD per MMBTU-komitmen ini seharusnya berdampak positif dalam rangka pemulihan ekonomi industri negara-negara yang dilanda pandemi. -Rachmat mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga $ 6 per MMBTU, dan penggunaan industri penerima berarti penggunaan gas alam sebagai sumber energi dasar menjadi lebih efisien.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon