Kementerian Perindustrian sedang menyusun rencana untuk menata mesin dan peralatan untuk usaha kecil dan menengah yang terkena dampak Covid-19

Laporan Reporter Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian sedang menyusun rencana restrukturisasi mesin dan peralatan untuk pertumbuhan dan perkembangan IKM. –Rencana reorganisasi adalah potongan harga pembelian mesin dan peralatan. Perlengkapan pemain IKM yang membeli mesin baru. -Diskon untuk mesin produksi dalam negeri 30%, mesin impor 25% diskon minimal Rp5 juta, dan maksimal Rp300 juta per perusahaan.

Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Kementerian Industri Kecil Menengah dan Industri (IKMA), mengatakan Kementerian Perindustrian telah mencanangkan rencana pengembangan wirausaha industri IKM terdampak Covid-19. Itu untuk pekerja yang di-PHK (PHK). “Rencana pengembangan produk IKM,” kata Gatti dalam keterangan resmi, Jumat (2020/7/07). Rencana reorganisasi mesin dan peralatan menjadi pilihan tepat untuk memulai kembali kegiatan IKM sekaligus meningkatkan daya saing produk. Terkait proses tersebut, peserta IKM dapat segera mengajukan proposal reorganisasi mesin atau peralatan ke Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian.

“Jadi, IKM membeli mesin pertama dan membayar 100% dengan sendirinya. Setelah pengembalian dana, kami akan memeriksa departemen yang kompeten dan juga mengunjungi tim verifikasi untuk memahami kebenaran bisnis. Mesin baru tidak dapat dipindahtangankan.” Sepanjang 2019, Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian menyalurkan bantuan penataan mesin dan peralatan kepada 427 peserta, dengan total nilai penggantian Rp 46 miliar. IKM .

Pada tahun 2020, Kementerian Perindustrian mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp6,5 miliar. — Aplikasi untuk rencana reorganisasi mesin atau peralatan dibuka hingga 11 Oktober 2020.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon