Apa yang terjadi selama resesi 1998 di Indonesia? Rupiah Indonesia banyak mengalami PHK

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2020 dapat menyusut minus 5,32%.

Secara triwulanan, ekonomi menyusut 4,19% dan kontraksi kumulatif sebesar 1,26 poin persentase.

Angka kontraksi tersebut melebihi ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia yaitu berkisar antara 4,3% hingga 4,8% dengan batas bawah 5,1%. Indonesia dinilai belum mengalami resesi ekonomi karena kontraksi pertumbuhan PDB hanya terjadi dalam triwulan (resesi pada tahun 2020).

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi – Baca: Analis, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat: Jika Resesi Terjadi, Masyarakat Tidak Akan Panik-Karena Resesi Kurang Berlangsung Dalam dua atau lebih perempat. Indonesia sendiri mengalami resesi ekonomi pada tahun 1998.

Menurut “International Financial Review” yang dilaporkan pada 21 Desember 1998, krisis ekonomi 1998 dimulai setahun yang lalu.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terputus selama enam bulan pada tahun 1997, dan bahkan lebih sedikit pada sembilan bulan pertama tahun 1998.

Saat itu, pemerintah harus meminta bantuan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 1997, meskipun bantuan baru-baru ini dari lembaga keuangan global tidak banyak membantu Indonesia. Bahkan pada pertengahan tahun 1998, situasi seakan tidak terkendali.

Berikut ini adalah beberapa dampak dari resesi ekonomi Indonesia pada tahun 1998:

1. Rupiah terpuruk

Krisis ekonomi di Indonesia bahkan tercatat sebagai kawasan terparah di Asia Tenggara. Dampak resesi ekonomi seperti bola salju Krisis dimulai hanya dengan krisis nilai tukar baht Thailand di Thailand pada 2 Juli 1997. Dengan cepat berubah menjadi krisis ekonomi di Asia Tenggara pada tahun 1998.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon