Ekonom: Tentu saja, investor memilih untuk berinvestasi di negara dengan peraturan investasi yang “menguntungkan”

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Banyak kalangan yang mengomentari secara positif pembahasan antara pemerintah dan DPR tentang Undang-Undang Penciptaan Tenaga Kerja (RUU).

Persetujuan RUU tersebut akan membawa investasi dan penciptaan lapangan kerja, serta menjadi solusi bagi pemulihan ekonomi pasca krisis akibat pandemi Covid 19.

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad) Aldrin Herwani mengatakan RUU penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu terobosan pemerintah di bidang regulasi. Ia yakin semangat RUU penciptaan lapangan kerja dapat mengurangi kompleksitas investasi dan menyelesaikan krisis akibat pandemi. Karena pandemi. Banyak aturan dan regulasi yang tumpang tindih sehingga menghambat investasi harus segera ditinjau, “kata Aldrin, Senin (6/7/2020). Aldrin mengatakan, saat ini banyak investor yang mencari peluang dan tempat aman untuk berinvestasi. Investor tentunya berharap. Berinvestasi di negara dengan regulasi investasi yang baik.

Baca: Surya Energi Raya mensyaratkan pengembalian investasi di lingkungan Cepu

Dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan ASEAN, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling tidak kompetitif dalam hal investasi 1. Pernyataan Aldrin didukung oleh data Bank Dunia yang menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-73 dalam hal investasi.Skor kenyamanan perdagangan-Aldrin menyatakan bahwa penurunan skor kenyamanan perdagangan Indonesia tidak terlepas dari peraturan yang tumpang tindih. Undang-undang Kesempatan Kerja. Payung undang-undang yang komprehensif diyakini dapat mengurangi peraturan yang tumpang tindih berbahaya .

“Jika Undang-Undang Penciptaan Kerja disahkan sekarang, saya yakin investor akan meminta bantuan kami. Karena pandemi Covid-19, ada lowongan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Solusinya, “kata Aldrin.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon