Serikat pekerja meminta untuk terus meningkatkan PMU tahun depan

Laporan Larasati Dyah Utami, reporter Tribunnews di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pada tahun 2021, persyaratan Upah Minimum Provinsi dan Kabupaten / Kota (UMP / UMK) akan meningkat, meski kenaikannya tidak besar. Federasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Orang) memahami bahwa selama pandemi ini, harus ada saling pengertian antara pengusaha dan pekerja.

Namun, untuk menghilangkan kenaikan UMP / UMK pada 2021 tidak demikian, karena menurutnya perekonomian juga paling terpengaruh akibat pandemi Covid-19. Tapi di sisi lain, banyak pekerja yang di-PHK, dan banyak pekerja belum menerima 100% dari gaji penuhnya dalam 6 bulan terakhir, ”kata Ristadi. Dihubungi Tribunnews, Minggu (18/10/2018) .– Baca juga: Manpower Kementerian langsung membahas UMP 2021 dengan pengusaha dan serikat pekerja.Selain itu, meski pertumbuhan ekonomi negatif di tahun 2020, laju inflasi masih dalam kondisi seperti ini.Dia mengatakan kenaikan harga tidak bisa dipungkiri. -Dia melanjutkan: Hanya dengan menggali lubang penutup lubang akan menjadi lebih besar. Lihat juga: Arief Poyuono: UMP pasti akan meningkat pada tahun 2021-Juru bicara KSPN berharap pengusaha belum paham bahwa jika gaji tidak dinaikkan maka keadaan ekonomi dan kondisi pekerja / pekerja juga akan semakin sulit.

Oleh karena itu menurutnya menurut Ia mengatakan perlu terus dilakukan pembahasan dan perundingan antara pengusaha, serikat pekerja / serikat buruh dan pemerintah untuk menentukan alasan kenaikan UMP.

“Nampaknya pembahasan dan negosiasi harus dilakukan di tingkat kabupaten dan kota. Usulan untuk meningkatkan UMP daerah diusulkan. Sebelumnya, Ketua Appindo Hariyadi Sukamdani (Hariyadi Sukamdani) menyatakan usulan gaji tahun depan tidak akan naik. Pada 2020 nanti, kepercayaan pengusaha akan terpisahkan hanya. Selama dua pekan, gubernur kemudian menetapkan upah minimum provinsi (UMP) hingga 1 November 2021.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon