Sandiaga: Situasi ekonomi saat ini lebih parah dari krisis tahun 1997 dan 2008

Dilaporkan wartawan Tribunnews.com Malvyandie-Jakarta Tribunnews.com-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga pengusaha nasional Sandiaga Uno (Sandiaga Uno) mengatakan, situasi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi di India pada 1997 lalu. Tahun 2008. -Bahkan menurut Sandi, situasi ekonomi saat ini malah semakin parah.

Bacaan: Menurut pengamat, inilah syarat Indonesia terhindar dari resesi

Bacaan: Di jurang resesi ini, ekonom senior menyarankan Jokovy harus menyusun rencana jangka panjang 25 tahun– – Memang selama krisis 1997 dan 2008, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak terlalu terpengaruh sehingga menjadi penyelamat perekonomian nasional. Di masyarakat, omzet UKM tidak mencukupi. Itu langsung mempengaruhi likuiditas dan arus kas mereka, “kata Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (27 Agustus 2020).

Sebenarnya, menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) ini, Sandy mengatakan: “Saat pandemi Covid-19,% UMKM yang disurvei menutup usahanya. Karena daya beli harus pulih, Konsumsi. Buat rencana yang secara efektif dapat meningkatkan ekonomi keluarga. ”Pada saat yang sama, yang kedua adalah mendorong penciptaan lapangan kerja. Mulai dari sektor pangan, sektor digital, sektor kesehatan, dan dalam keadaan yang wajar, kami berusaha beradaptasi dengan situasi ekonomi yang sangat sulit ini.

“Jika kita bisa beradaptasi, kita akan melihat sektor-sektor dengan risiko kesehatan yang lebih rendah. Namun, manfaat ekonomi itu penting.” Sandy mengenang bahwa UKM adalah pahlawan perekonomian Indonesia dan PDB Indonesia (PDB) 60% berasal dari usaha kecil. Selain itu, sektor UMKM telah menciptakan sekitar 97% lapangan kerja. Ia mengatakan: “60 juta masyarakat Indonesia sudah merasakan dampak dari UMK ini. Menurut saya sudah sepantasnya kita fokus pada sektor UMKM dan perekonomian dalam negeri.”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon