PPATK akan terus mendapatkan arus kas dari KSP Indosurya dimana-mana

Laporan Ferrika Sari, reporter TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus memantau aliran dana Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (KSP). Ediana Rae mengatakan: Dana koperasi mengalir kemana-mana (mengikuti dana), bahkan ke luar negeri. Dian An mengatakan, “Pada dasarnya tugas kami adalah melacak uang berdasarkan kerumitan transaksinya.” Meski menurutnya pemeriksaan transaksi di luar negeri akan memakan waktu lebih lama, ia mengatakan meski transaksinya akan sangat lama. Karena mereka harus menunggu respon dari badan intelijen sektor keuangan negara.

Baca: PKPU Indosurya Cipta Minta Restu

Namun, belum bisa dipastikan kapan harus melacak dan mengecek dana Indosurya. Lengkap, karena tergantung kerumitan penentuan transaksinya.

Baca: Otto Hasibuan: Seharusnya KSP Indosurya Bangkrut, Bukan PKPU-Sebelumnya, PPATK juga menyerahkan hasil pemeriksaan Bareskrim tahap pertama. Soal detail hasil penyidikan, Dian menyerahkan semuanya ke polisi untuk dimintai keterangan.

Baca: Juru Bicara Istana Fajroel Rachman (Fajroel Rachman): Kasus Corona Melonjak: Tidak 20.000, Tidak Banyak

Polisi Masih Selidiki dan Dua Tersangka Aset yang dimiliki mengalir ke luar negeri.

Baca: Fakta Nyata 5 Bocah Yang Ingin Diadopsi Akibat Virus Corona, Orang Tua Mereka Dibunuh Covid-19 – Brigjen Helmy Santika, Direktur Ekonomi dan Tindak Pidana Khusus Bilang: Bareskrim Sudah Terima Dugaan Sejumlah besar informasi tentang lokasi aset manusia.

Baca: Skandal Pernikahan Aneh Ini Akhirnya Terungkap dan Pria itu Ditipu oleh Istri Palsunya

“Sejauh ini, dia masih menyelidiki aset yang dicurigai di luar negeri. Banyak orang yang berkontribusi, Dia berkata: “Namun, kebenarannya masih harus dieksplorasi. -Untuk melacak aset ini, Bareskrim mengusulkan kemungkinan bekerja sama dengan negara lain di mana aset tersebut berada. Kini, Bareskrim juga bekerja sama dengan PPTTK untuk melacak aset tersangka — polisi telah menunjuk dua tersangka dalam kasus dugaan penipuan ini. Kedua tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama KSP Indosurya Henry Surya (HS) dan Direktur KSP Indosurya Suwito Ayub (SA).

Sejak pengangkatan tersangka pada awal Mei lalu, polisi belum menangkap dua tersangka. Helmy selalu menjelaskan secara ekonomi mengapa kedua tersangka tidak segera ditahan. — Namun, mereka dilarang bepergian ke luar negeri untuk jangka waktu tertentu selama penyelidikan.

Artikel ini sudah tayang di Tunai, dengan judul Dana Indosurya mengalir ke berbagai tempat, dan PPATK akan mengikutinya dari dekat.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon