Indef: Impor baja ber-SNI palsu dapat merusak proyek infrastruktur dalam negeri

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Belum lama ini polisi menyita 4.600 ton baja bengkok akibat penyitaan label ber-SNI palsu, yang semestinya menarik perhatian pemerintah dan pelaku industri. Khususnya proyek strategis nasional.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, keberadaan baja lengkung berlabel SNI palsu memang cukup menggemparkan untuk proyek infrastruktur. Tauhid dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2020), mengatakan: “Jika ditemukan produk digunakan untuk proyek tertentu, tentu sangat mengganggu.”

Selain itu, Tauhid menambahkan jika akhirnya Buktikan bahwa baja tersebut berkualitas tinggi, sehingga walaupun proyek tersebut resmi beroperasi, tentunya dapat menyebabkan kecelakaan kerja selama proses konstruksi. produk eIndonesia lebih rendah. Akhirnya, itu memiliki umur yang lebih pendek. Selain itu, jika ada risiko kecelakaan, dll, situasi ini harus dihindari. -Sebagai informasi, proyek pembangunan tower listrik saat ini merupakan pengguna terbesar baja bengkok.

Oleh karena itu, operator dan kontraktor harus melakukan pengecekan ulang terhadap proyek tersebut untuk menghindari penggunaan baja impor dengan SNI palsu. Tauhid juga meminta pihak terkait dan pemerintah untuk menyelidiki lebih lanjut impor baja bengkok kualitas rendah. Dengan cara ini, proyek infrastruktur dapat berjalan dengan lancar tanpa risiko kecelakaan kerja.

“Yang mengkhawatirkan saya juga akan diinvestasikan di pasar internal yang luas. Saya kira ini membutuhkan penyelidikan yang lebih menyeluruh,” ujarnya. Artikel ini telah tayang di Kompas.com, dengan judul “Baja impor ber-SNI palsu akan merusak proyek infrastruktur dalam negeri”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon