Konsumsi rokok, masalah harga anak

Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Peneliti Pusat Penelitian Jaminan Sosial (PKJS UI) Universitas Indonesia mengatakan, harga rokok kini semakin murah sehingga anak-anak selalu bisa membelinya. -Renny Nurhasana dari PJKS UI mengatakan, masalah anak merokok tidak hanya menjadi ranah orang tua perokok, tapi ternyata akan menjadi generasi penerus.

“Kami datang untuk berlatih mengetahui harga” ujarnya, Sabtu (05/2018). 09/2020) Webinar tersebut menyebutkan bahwa rokok murah itu murah masing-masing Rp 20.000 dan Rp 25.000. Anak-anak masih bisa membelinya. Berdasarkan hasil pengumpulan bukti penelitian selama dua setengah tahun, dapat disimpulkan bahwa orang tua yang merokok akan menyebabkan anaknya menjadi stunt atau stunt. “Sebagian alasannya adalah penggantian pendapatan mereka tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak.” Universitas Indonesia (UI) Vid Adrison (Vid Adrison) menjelaskan, jika pemerintah ingin menyelesaikan masalah penggunaan tembakau, itu berarti pendapatan nasional. Akan terkikis. Tidak masalah, tidak masalah, karena penerimaan pajak kita sangat rendah, terhitung 9% dari PDB. Artinya, sumber penerimaan pajak yang rendah berarti pemerintah akan tetap menggunakan pajak konsumsi, sekalipun pajak konsumsi itu untuk pengendalian daripada penerimaan, ”ujarnya.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon