BPS: Akibat penurunan daya beli, nilai tukar petani turun

Laporan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) mencontohkan, Nilai Tukar Petani Nasional (NTP) pada Mei 2020 sebesar 99,47, turun 0,85% dari NTP bulan sebelumnya. .

Suhariyanto, Kepala BPS, mengatakan penurunan NTP disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,86%.

“Itu lebih tinggi 0,01% dari penurunan indeks harga yang dibayarkan petani,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Baca: Juergen Klopp Mengatakan: Saat Ini, Liverpool Patuhi Aturan-Baca: BPS: Penurunan 87,4% Pada April 2020 — Baca: BPS: Penerbangan Domestik April 2020 Jumlah wisatawan turun 81,7% -dia menjelaskan bahwa nilai tukar bagi petani merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan petani, bila turun sebanding dengan daya beli.

“NTP merupakan indikator tingkat kemampuan atau daya beli petani pedesaan. NTP juga menunjukkan kapasitas perdagangan antara hasil pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi serta biaya produksi,” kata Suhariyanto. Ia mengatakan: “Di sisi lain, Provinsi Kalimantan Barat memiliki peningkatan NTP terbesar, yaitu 1,04% lebih tinggi dari provinsi lain.” Indonesia (IKRT) memiliki angka negatif 0,07%, yang disebabkan oleh indeks makanan, minuman, dan tembakau. Karena menurun. Ia mengatakan: “Pada saat yang sama, pada Mei 2020, nilai tukar usaha pertanian keluarga nasional adalah 100,16, lebih rendah 0,96% dari nilai tukar bulan sebelumnya,” pungkasnya.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon