Pokja PEN: Optimis realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kelompok Kerja Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) optimistis mampu mencapai target penyerapan anggaran stimulus ekonomi nasional pada akhir tahun 2020. Ketua Pokja PEN Budi Gunadi Sadikin (Sadikin) menjelaskan dalam jumpa pers yang digelar di Istana Kepresidenan dan media asing, Rabu (2/9/2020), hingga akhir tahun ini, 695 triliun akan digunakan untuk pengelolaan COVID-19. Anggaran rupee akan diserap ke dalam 6 rencana Covid-19 dan Komite Manajemen Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Baca: Menristek Bilang Mutasi Virus Corona D614G Tidak Akan Mencegah Pengembangan Vaksin

Baca: Menristek Bilang Tidak Ada Bukti Mutasi Virus Corona D614G Lebih Beracun dan Berbahaya-Baca: Erick Thohir: 93 Juta Warga Indonesia akan mendapatkan program vaksin Covid-19 gratis — Keenam adalah kesehatan, insentif usaha, perlindungan program di bidang jaminan sosial, usaha mikro, kecil dan menengah, program Kementerian Lembaga (K / L) dan masyarakat setempat, dan Pembiayaan perusahaan. Empat rencana terakhir membawahi Pokja PEN, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 400 triliun. Jumlah penyelesaian pada bulan September mendekati Rp 200 triliun. “Kami akan memastikan bahwa masyarakat termiskin di strata bawah melalui program perlindungan sosial menerima bantuan selama masa sulit ini. Kami juga akan fokus pada usaha kecil, menengah dan mikro karena dapat menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 90% masyarakat Indonesia dan menyediakan 55 Penduduk yang berumur diatas umur memberikan kontribusi dalam persentase terhadap perekonomian nasional, ”kata Budi. Dalam rencana perlindungan sosial, pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp 204,95 triliun. Rp 101,06 triliun telah terserap atau mencapai 49,31%. Kemudian di sektor UMKM, anggaran yang harus dibayarkan sebesar Rp 123,46 miliar yang terserap Rp 52,03 miliar atau 42,14%. Untuk sektor K / L dan pemerintah daerah, alokasi anggarannya Rs 106,5 triliun, yang terserap Rs 14,92 miliar atau terhitung 14,06%. Sedangkan anggaran untuk pembiayaan korporasi Rp 53,6 miliar. Berdasarkan pengetahuan yang ada saat ini, Budi mengatakan, hingga akhir tahun ini Pokja PEN harus mampu meraup sisa alokasi sekitar 218 triliun rupiah. Ia optimistis anggaran yang digunakan akan menghasilkan keuntungan yang besar. Ia menguraikan rencana dengan dana yang cukup besar untuk perlindungan sosial, seperti Proyek Keluarga Harapan dengan anggaran 37,4 triliun rupee. Capaian saat ini telah mencapai 71%, dan sasaran penerima manfaat adalah 10 juta kepala keluarga termiskin. Dia mengatakan pada hari pertama: “Kami yakin akan mencapai target alokasi sebesar 37 triliun rupiah pada akhir tahun 2020. Saat ini sudah dibayarkan 27 triliun rupiah.” Sejak dia memimpin kelompok kerja PEN. Kemudian program lain yang juga berdampak signifikan bagi masyarakat adalah Program Kartu Sembako. Anggaran yang dialokasikan mencapai 43,6 triliun rupee dan mencapai 62,5% dari targetnya, yaitu 20 juta rumah tangga atau sekitar 80 juta jiwa termasuk kategori termiskin. Budi mengatakan: “Selama ini dalam anggaran 42 triliun rupee pencapaiannya mencapai 27 triliun rupee. Kami yakin bisa tercapai.” Namun, dia juga mengakui bahwa beberapa program perlindungan sosial masih berjalan. Artinya, anggaran program bantuan langsung desa sebesar 31,8 triliun rupiah, dan hasilnya 30%, atau hanya 10 triliun rupiah. Target penerima manfaat adalah 11 juta keluarga. Meski demikian, sejak diluncurkan Juli lalu, sirkulasi terus tumbuh 10%. “Setelah berdiskusi bersama, kami menyadari bahwa kami perlu menyesuaikan cara pendistribusiannya. Daripada menyumbangkan uang langsung ke masyarakat miskin di desa (mungkin sudah mendapat bantuan dari program serupa lainnya), lebih baik distribusikan kepadanya dan jelaskan, Rencana lain untuk desa. Kemudian, rencana lain yang perlu dibenahi adalah dinas UMKM. Sesuai program subsidi bunga UMKM, anggaran yang direncanakan 35 triliun rupiah. Namun pencapaiannya hanya mencapai 3 triliun rupiah atau rasionya 7,20%. Namun demikian, Dana yang dialokasikan mencapai 7,8 juta UKM dan credit line mencapai Rp 317 triliun. “Kami menyadari, anggaran yang dialokasikan mungkin sangat besar. Oleh karena itu, kami akan menyesuaikan jumlah dan mengalokasikan sebagian dari anggaran“Rencana produksi lainnya terkait UMKM,” jelas Budi. Selain itu, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) mencanangkan rencana besar baru. Sasaran pertama adalah sektor usaha mikro, yaitu bantuan presiden produktif dengan anggaran. DIPA 22 triliun rupiah dan targetnya 9,1 juta pelaku. Pencapaian saat ini telah mencapai 31,79%. “Kami bangga program ini telah menyerap Rp 27 triliun dalam waktu dua minggu sejak diluncurkan. Kami yakin target pada September bisa tercapai dan percepatan penyalurannya,” jelasnya. Kemudian, rencana berikutnya yang diluncurkan adalah tunjangan gaji bagi karyawan perusahaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Anggaran yang tersedia 37,8 triliun rupiah, targetnya 15,72 juta tenaga kerja, dan perkiraan penyerapan pada September mencapai 19 triliun rupiah atau 7,9%. Budi mengetahui bahwa (Indonesia) (PDB) kira-kira US $ 1 triliun, kira-kira Rp14,5 triliun, jadi kalau dibagi 4 kira-kira Rp 3,6 triliun rupee per triwulan. Kurangi 5%. 3600 triliun rupee atau sekitar 180 triliun rupee, jadi kalau bisa kita tujukan ke masyarakat, harganya Rp. Rtal, maka itu akan menutupi negatif 5% dari pertumbuhan PDB,

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon