Pusat perbelanjaan melaporkan PSBB menyebabkan kerugian pendapatan Rp 200 triliun

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengatakan bahwa sejak pandemi corona atau wabah Covid-19, pembatasan sosial skala besar (PSBB) telah menyebabkan Setengah dari omset hilang.

Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, mengatakan hal tersebut terjadi karena pusat perbelanjaan besar hanya membatasi kapasitas hingga 50% saat menerapkan PSBB.

“Omzet tahunan kita 400 triliun rupee. Ya, tapi kerugiannya, tapi biayanya tidak bisa diimbangi,” ujarnya dalam webinar, Senin (2020/9/28). Akibatnya, mal Depok tutup pada pukul 18.00, kata Budihardjo, biaya operasionalnya bisa terbayar, yakni meski kapasitasnya hanya separuh, pajak dan hak karyawan tetap harus dibayarkan. Dia mengatakan bahwa dia juga menghormati karyawan. — “Jangka waktu sewa mal dan tenda adalah 6 bulan, itu sulit. Dia menyimpulkan bahwa dari Maret hingga hari ini, ini tidak baik. Perusahaan memiliki omset dan arus kas paling sedikit.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon