Presiden memperluas gudang makanan di Sumatera Selatan, Papua atau NTT

TRIBUNNEWS. Kantor Berita Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (2020/9/2020) untuk membahas ketahanan pangan. Badan Pangan Dunia FAO mengkomunikasikan krisis pangan.

Ketua mengatakan: “Untuk memprediksi krisis pangan yang disebabkan oleh pandemi Covid, FAO telah berulang kali menarik kembali pandemi sebagai respons terhadap krisis pangan global.”

Menurutnya, kami sedang mengembangkan Proyek sektor pangan skala besar tidak hanya dapat meramalkan ancaman krisis pangan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor pangan. -Menurut Presiden, saat ini sedang disiapkan dua lokasi restorasi, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulau Pisu di Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Hassandutan di Hongbang, Sumatera Utara.

“Ini adalah prioritas pertama kami,” kata presiden.

Jika kedua area makanan berfungsi dengan baik, pekerjaan di area makanan lainnya akan berlanjut.

Ini termasuk Papua atau NTT dan Sumatera Selatan. Dia menyimpulkan. Dalam pidatonya, Presiden mengatakan: “Selain revitalisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat masyarakat petani dan nelayan, distribusi gabah dan pengembangan kebun gabah skala besar (taman gabah) untuk meningkatkan produktivitas gabah.” Undang-Undang tentang APBN dan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 . Diselenggarakan pada Jumat (14/8/2020) di Gedung DPR Nusantara.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon