Ekonom Senior: Rupee tidak akan dikonversi menjadi 20.000 rupee

Nilai tukar TRIBUNNEWS.COM-Rupee di Jakarta telah meningkat sebesar Rs 16.000 / USD.

— Mengutip Bloomberg News, Senin, 23 Maret, 3:30 sore. Dalam waktu Indonesia Barat, nilai tukar spot turun dari harga penutupan kemarin (15.960 rupiah) menjadi 3.570% menjadi 16.570 rupiah.-Piter Abdullah, seorang ekonom di Pusat Reformasi Ekonomi, mengatakan bahwa saat ini Sentimen masih negatif terhadap rupee. Selain itu, tidak jelas kapan epidemi Covid-19 akan berakhir, dan tidak ada kabar baik bahwa pasar Covid-29 akan segera berakhir. –Baca: BREAKING NEWS-Covid-19 Indonesia Update: 579 korona positif, 49 kematian, 30 disembuhkan

Baca: 23 Maret pembaruan: 341.000 pasien positif dan 82.000 orang di dunia Sembuh virus korona-Meskipun demikian, Piter masih optimis tentang devaluasi rupiah Indonesia, karena rupiah Indonesia tidak akan menukar 20.000 rupee terhadap dolar AS. Pete mengatakan kepada Kontan.co: “Selama sentimen pasar masih tidak optimis karena ketidakpastian korona, tekanan untuk mendepresiasi rupee masih besar. Nilai tukar 17.000 rupee bukan tidak mungkin, tetapi 20.000 rupee tampaknya terlalu tinggi.” Senin (3/23) ID. -Piter menjelaskan bahwa Bank Indonesia adalah pihak yang memiliki alat untuk menstabilkan nilai rupee. Meski begitu, kemampuan BI terbatas karena sumber ketidakstabilan ini berasal dari dunia. Dia juga mengatakan bahwa rupiah Indonesia yang lemah sulit untuk ditahan karena BI tidak dapat terus menggunakan mata uang asing untuk melakukan intervensi. Alasannya adalah akan menguras cadangan devisa.

Piter mengatakan bahwa selain melakukan intervensi dalam valuta asing, BI tidak melakukan banyak upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupee. Dia mengatakan: “Kebanyakan orang meminta bank dan masyarakat untuk tidak membalas. BI juga dapat meningkatkan perjanjian bilateral dengan negara-negara untuk memperkuat cadev untuk mempertahankan kepercayaan pasar.” Piter .

Dia berpendapat bahwa pemerintah belum mengurangi Alat depresiasi rupee. Dia mengatakan bahwa stimulus yang diberikan oleh pemerintah bukan untuk mengurangi rupiah Indonesia, tetapi untuk mengurangi dampak ekonomi mahkota.

Berita ini disiarkan di KONTAN dengan judul: INTI: 17,000 IDR USD per US adalah mungkin, tetapi USD / 20,000 IDR terlalu jauh

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon