Jika Partai Demokrat memenangkan pemilihan AS, waspadalah dengan jatuhnya pasar saham yang mungkin dipicu Volume II

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemilu AS pada November 2020 menarik perhatian pelaku pasar karena kebijakan kepemimpinan Partai Republik dan Demokrat-PT Presiden Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan itu sangat berbeda. Ia mengatakan, pemilu tiga bulan itu juga menyulitkan Amerika Serikat mengatasi dampak pandemi corona atau Covid-19. “Lagi-lagi menjelang pemilu. Partai Republik dan Demokrat punya keinginan berbeda,” ujarnya kepada Tribunnews, Rabu 9 September 2020. Hans berkata, tetapi pertanyaannya adalah apakah kandidat presiden dari Partai Demokrat yang memenangkan pemilihan AS dapat mengubah semua kebijakan kepemimpinan selama pandemi. Politik telah berubah. Kemudian pasar AS beresiko, jika AS jatuh, pasar kita (Indonesia) akan jatuh. -Hans menambahkan bahwa hal ini menimbulkan kekhawatiran akan penurunan pasar saham. Setelah IHSG mencapai titik terendah, jatuhnya volume II berakhir pada Maret 2020.

Saat itu, Bursa Efek Indonesia ( BEI) Penangguhan resmi kelima perundingan (suspensi transaksi) Volume kedua tekanan pasar dalam perang Sino-AS melawan konflik Covid-19-transaksi Senin (2020/3/2020), setelah IHSG turun 5%, transaksi ditangguhkan Berlaku mulai pukul 14:52 WIB, kemudian perdagangan dibuka kembali pada pukul 15:22 dan IHSG turun ke level 3985.07.

Di awal hari, IHSG dibuka di 4.194,94 dan terus turun. Penghentian perdagangan juga mencerminkan sejak pembukaan. Sejak d turun 36,74%. Hans menambahkan, selama ini sejak awal tahun 2020 nilai likuidasi pasar saham investor asing mencapai Rp 35 triliun .- “Penjualan ke luar negeri sudah mencapai Rp 35 triliun, Investor asing menguasai lebih dari 45% pasar saham Indonesia. Jika mereka menjual dalam jumlah banyak, pasar kita akan turun.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon