Analis mengatakan intelijen bisnis mempertahankan suku bunga acuan lagi

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga reverse repo 7 hari BI di 4% lagi.

Sejak Juli 2020, suku bunga acuan BI 4% berlaku efektif selama 4 bulan berturut-turut. -Menanggapi keputusan BI, Ariston Tjendra, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, memahami bahwa keputusan tersebut masih lemah akibat nilai tukar rupee. — Lihat juga: Pada Oktober 2020, BI menetapkan suku bunga acuan pada 4% – “Jika suku bunga terlalu rendah, BI harus seimbang, dan aset dalam mata uang rupee tidak menarik bagi investor, yang dapat diturunkan Rupee, ‚ÄĚkata Tribunnews, Selasa (13/10/2020).

Sebelumnya, BI mencatat per 12 Oktober 2020, rupee telah terdepresiasi sekitar 5,56% dari level akhir 2019.

Lihat juga: Protes Bayangan menentang Undang-Undang Hak Cipta Partai Buruh, dan Rupiah Di (Rupiah Di) ditutup menjadi Rp14.725 / USD – “Ya, nilai tukar beberapa negara berkembang lainnya masih sangat rendah, seperti rupee dan baht Thailand. Baht Thailand juga terus terdepresiasi sekitar 5 % Melawan dolar. “Kata Ariston.

Di sisi lain, ia menambahkan, BI juga bisa saja menemukan kredit yang belum meningkat, dan likuiditas bank masih melimpah, sehingga tidak perlu menurunkan suku bunga. -Buatnya, perekonomian Indonesia mulai membaik akibat dampak pandemi Corona atau Covid-19, sehingga BI tidak perlu menurunkan suku bunga sebelum akhir tahun 2020.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon