Direktur BI memperkirakan bahwa nilai tukar rupee dapat terus meningkat selama pandemi

Reporter Tribansnews.com Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Bank Indonesia (BI) Presiden Perry Warjiyo mengatakan bahwa ketika pandemi virus corona (Covid-19), nilai tukar rupee mungkin Akan terus menguat.

Selain itu, Indonesia saat ini mulai menerapkan cara hidup normal atau baru yang baru, dan roda ekonomi mulai beroperasi.

Perry memprediksi bahwa nilai tukar rupee terhadap dolar AS dapat mencapai 14.200 rupee.

Baca: Perilaku pengguna transportasi udara dapat mengubah posisinya-Covid-19 pecah

Baca: AirAsia menyediakan penerbangan gratis yang dijadwalkan ulang hingga 31 Desember 2020

Perry telah diberitahu oleh Zoko Pertemuan terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, yang meliput siaran konferensi video di YouTube oleh Sekretariat Presiden, yang membahas implementasi Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan perubahan anggaran negara pada tahun 2020 (06/03/2020 ). Perry berkata: “Alhamdulillah, kami juga melaporkan bahwa rupee dan nilai tukar rupee terkait erat. Nilai tukar rupee adalah 16.400 rupee pada awal April. Hamdulia yang terkoordinasi erat sekarang diperdagangkan pada 14.200 rupee.” Dia juga memperkirakan Perintah normal baru akan semakin meningkatkan nilai tukar rupee. Bahkan, hal itu bisa terus menguat.

“Kami juga melihat peluang di masa depan untuk apresiasi nilai tukar rupee,” katanya.

Menurut data Bloomberg, rupee ditutup pada hari Rabu (3/6/2020), dibandingkan dengan harga penutupan Rs 14.416 pada hari perdagangan sebelumnya, harga itu 320 poin lebih tinggi dari harga Rs 14.549 pada hari perdagangan sebelumnya ( 2,22%).

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon