Faisal Basri menegaskan, selain resesi ekonomi, Indonesia juga harus mengantisipasi kekurangan energi

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ekonom senior Faisal Basri mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman resesi ekonomi, tetapi juga 2021 juga akan menghadapi kekurangan energi. Konsumsi energi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan. Penduduk, tetapi tidak didukung oleh cadangan energi. Dunia memiliki cadangan terbesar, tetapi ekspor terbesar kita adalah batubara, yang semuanya diekspor. Kata Faisal dalam webinar pada Sabtu 29 Agustus 2020.

Baca: SKK Migas Minta Pertamina EP Tingkatkan Produksi

Baca: PGN berkomitmen membangun infrastruktur baru untuk mendorong struktur energi Tanah Air Komitmen

Faisal memprediksikan pada tahun 2040 defisit energi diperkirakan mencapai 80 miliar dollar AS (migas).

Menurutnya, biofuel nyatanya merupakan energi terbarukan non ekologis Kita harus bergerak dari energi yang tidak menghargai lingkungan menjadi energi yang menghargai lingkungan. ‚ÄĚKarena itu, Faisal menegaskan, pemerintah perlu mengubah model bisnisnya dengan cara yang tidak biasa.

Ego Syahrial, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan struktur energi saat ini menyumbang 34% minyak dan gas bumi sebesar 1,45 juta barel per hari.

Dia mengatakan pada tahun 2025, proporsi minyak dan gas bumi dalam bauran energi akan turun menjadi 25%. Ego mengatakan: “Cadangan minyak RI hanya 2,5 miliar barel, atau 8 tahun. Hanya 0,2% dunia. Lalu, cadangan gas bumi 1,53% dunia.”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon