Pemerintah mengimbau untuk menjaga kelancaran rantai pasokan makanan selama pandemi Covid-19

Laporan wartawan Tribunnews.com Lita Febriani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Arianto Patunru, Ekonom Australian National University dan anggota Supervisory Committee Center for Indonesian Policy Research (CIPS), mengatakan hal itu termasuk Indonesia. Pemerintah di seluruh dunia dihadapkan pada tugas yang berat dalam hal keseimbangan, antar membatasi pergerakan orang dan menjaga keamanan pangan mereka.

Organisasi internasional seperti FAO juga memperingatkan terhadap ketegangan. -Membaca: Rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat ke-6 untuk menggantikan CEO perusahaan milik negara: Yang terbaik adalah tahun depan-mereka menekankan bahwa negara-negara harus menjaga rute perdagangan dan rantai pasokan tetap terbuka sementara di bawah langkah-langkah kendali menurut Forum Ekonomi Dunia 2020 Melaksanakan.

“Kesulitan ini terlihat jelas ketika Indonesia menerapkan pembatasan sosial. Sebelum Covid-19, setelah menyebar ke Indonesia, harga beberapa bahan pangan seperti beras, bawang putih, bawang merah dan gula naik. Arianto mengatakan kepada webinar CIPS, Jumat (6/5/2020). Banyak hal, seperti keterlambatan pengajuan impor pemerintah untuk pengurusan izin impor, akan memakan waktu. Beberapa orang khawatir jika voucher terganggu, harga akan terus naik. Pengoperasian rantai pasokan pangan nasional. -Menurut laporan, distribusi biji-bijian terganggu bahkan sebelum penerapan PSBB. Misalnya, pengiriman beras dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sempat tertunda. -Arianto menambahkan, penerapan PSBB dimaksudkan untuk mempengaruhi logistik transportasi. -Menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 (Permenhub), yang melarang perjalanan darat, laut, dan udara untuk mencegah arus keluar besar-besaran selama liburan Idul Fitri, yang pasti akan mempengaruhi operasi normal rantai pasokan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon