PGN telah menandatangani komitmen kebijakan harga gas bumi dengan pelanggan industri tertentu

TRIBUNNEWS.COM-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menandatangani komitmen kebijakan harga gas dengan pelanggan industri tertentu, dan telah mencapai kesepakatan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 8/2020. Pada hari Jumat (5 Juni 2020), Menteri ESDM menandatangani perjanjian implementasi 89.K / 2020 dengan klien yang dilaksanakan di Auditorium Graha PGAS dengan beberapa perwakilan sales area PHA. Berdasarkan daftar Peraturan Menteri ESDM 89.K / 2020, pelanggan industri tertentu di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Medan ditargetkan melalui mekanisme virtual.

Penandatanganan sebenarnya dibantu oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, General Manager KESDM Ego Syahrial Migas, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Komite BPH Migas Jugi Prajogio dan Pertamina Direktur Pelaksana Nicke Widyawati. PGN telah menyelesaikan pembicaraan dengan beberapa asosiasi industri pengguna gas bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya, serta Kementerian Perindustrian (PJ BG) dan pelanggan industri mengenai review komersial perjanjian jual beli gas bumi, sesuai dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral n. Batas waktu 89.K / 2020. akan efektif mulai 13 April 2020.

Pada saat yang bersamaan, PGN juga menandatangani perjanjian teknis dan perjanjian lainnya dengan produsen hulu. Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan implementasi MOU tersebut mencakup 188 pelanggan dari 7 industri tertentu, dan tanda tangan diwakili oleh pelanggan dari 6 wilayah penjualan. Sejak diberlakukannya Kepmen 89.K / 2020, SKK Migas telah mengalokasikan 399 BBTUD hulu gas Bumi kepada PT PGN Tbk Group.

Dalam hal perdagangan, PGN menugaskan pada 6 sektor industri pada Menteri ESDM sesuai dengan Peraturan Menteri No. K / 2020, yaitu:

Pada saat yang bersamaan, sektor pupuk bersinggungan langsung dengan produsen.

Tanda tangan simbolis ini juga mempertemukan banyak asosiasi industri pengguna gas bumi, termasuk Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) dan Asosiasi Industri Kaca Indonesia. Keramik (ASAKI) dari Asosiasi Produsen Gelas / Gelas Indonesia (APGI). Asosiasi Industri Besi dan Baja (IISIA) dan Asosiasi Kimia Anorganik Dasar Indonesia (AKIDA).

“Tentunya PGN akan melakukan penyesuaian produk pelanggan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri untuk memastikan pendapatan hulu gas bumi. Guna menjaga kehandalan distribusi gas bumi, PGN saat ini terus menyelesaikan kesepakatan dengan pemasok tentang ketersediaan distribusi gas bumi. “Gas bumi,” tambah Faris.

Terkait informasi SK Nomor 89K, Menteri ESDM akan membenahi semua regulasi yang tertuang dalam PJBG lama tahun 2020. Untuk perubahan yang sudah disepakati di GSA, Tidak ada ketentuan untuk penyediaan gas bumi (factory gate) hanya dengan harga $ 6 per MMBTU untuk melaksanakan ESDM 89K / Permenkes 2020.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon