Bicaralah dengan petani: jika ada kekurangan pupuk, tidak ada gunanya memiliki peta

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam beberapa pekan terakhir, petani di sejumlah daerah mengeluhkan hilangnya pupuk yang dijual di pasaran. Padahal, sejak musim tanam sudah memasuki, sebaiknya petani mulai menanam.

Kelangkaan pupuk bersubsidi seolah menjadi masalah klasik yang terus berulang. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan kartu petani, dan petani bisa membeli pupuk berdasarkan kuota. Keluhan Ketua Kelompok Tani Sarwo Dadi Desa Baleraksa, Karangmoncol, Purbalingga, Selasa (22/9/2020). Petani kehilangan suaranya di pasar-kartu tani sendiri merupakan cara petani untuk memperolehnya, sehingga mereka bisa mendapatkan pupuk bersubsidi pemerintah (dompet elektronik), sehingga petani harus memastikan bahwa mereka telah mendapatkan subsidi pupuk bersubsidi. Tanpa kartu petani, petani hanya bisa membeli pupuk tanpa subsidi. Ia menuturkan, apalagi pupuk bersubsidi, petani di wilayahnya juga berebut mendapatkan pupuk tanpa subsidi dengan harga 160.000 rupiah per kantong. Jika pupuk tidak ada, apakah anda memiliki kartu petani? Karena Anda ingin membeli sesuatu dengan kartu tersebut, jangan gunakan. Selama petani sulit memperoleh pupuk, tidak ada peta. Banyak juga petani yang tidak terdaftar sebagai penerima kartu pertanian. Petani juga menjadi rumah bagi dua atau tiga petani, ”kata Fahar yang juga sekretaris Desa Barareksa. N Menerima pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan anggaran untuk pupuk bersubsidi. Ia mengatakan:“ Di Panitia Keempat Dengan dukungan tersebut, pemerintah telah menyetujui penambahan pupuk kimia dan masih dalam pengelolaan yang komprehensif. “

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon