Jika premi dan diskon tidak termasuk, pemerintah merekomendasikan pemberian subsidi Pertamax

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Diskusi tentang penghentian penggunaan bahan bakar premium dan jenis Pertalite milik PT Pertamina (Persero) secara bertahap mengemuka.

Pasca perkenalan Dirut PT Pertamina (Persero), rencananya kembali ke pusat. Nicke Widyawati mengatakan, produk BBM yang disederhanakan sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2019. Standar minimum yang dibutuhkan adalah 91 RON.

Baca: Penghapusan BBM Berkualitas, Ini Wilayah Eksperimen-Bacaan: Soal Penghapusan BBM Berkualitas, Fraksi PKS: Kalau Tidak Tepat Waktu Bikin Rakyat Frustasi-Tapi Jika Rencana itu Akan Terwujud, Pemerintah Dianjurkan Premi dan subsidi Baileshi ditransfer ke BBM dengan RON yang lebih tinggi, seperti Pertamax.

Hal ini harus dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama yang telah menggunakan kaolin dan berkualitas tinggi sebelumnya. “Kalau perlu ke depan, bahan bakar RON yang tinggi ini harus disubsidi setidaknya untuk mengurangi beban masyarakat,” kata Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch Kompas. com, Kamis (9 April 2020).

Selain itu, Pertamina yang diperingkat Mamit dapat menghilangkan RON BBM dengan bahan bakar kurang dari 91.

“Jika Pertalite tidak bisa (menghilangkan), maka Premium akan dihapuskan, katanya. Akibat pandemi Covid-19, Mamit yakin pemerintah dan Pertamina juga harus mengkaji ulang rencana tersebut. Yang terkena Covid-19. Coba pikirkan kita. Masyarakat belum sepenuhnya siap untuk ini, “kata wanita itu.

Judul artikel ini adalah “Publikasikan di Kompas.com”.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon