OJK mendesak pejabat menjadi tersangka Jiwasraya dan membutuhkan pengawasan dan tata kelola yang ketat

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus Jiwasraya.

Salah satu tersangka adalah pejabat Otoritas Jasa Keuangan di Industri Pasar Keuangan (OJK). Menanggapi hal tersebut, OJK menyatakan mendukung prosedur penegakan hukum. Sedangkan terkait asas praduga tak bersalah, hal itu terkait kasus Jiwasraya di Kejaksaan Agung.

OJK bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk mewujudkan sistem keuangan yang sehat, stabil, dan kredibel untuk melindungi konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bacaan: Ini Pernyataan Hotman Paris atas Identifikasi 13 Perusahaan Yang Dicurigai dalam Kasus Jiwasraya-Pengamat Pasar Modal Hans Kwee mengatakan secara umum OJK berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola atau tata kelola industri jasa keuangan, khususnya industri permodalan. , Seperti izin investasi, dll, sudah bagus. — “Saya tidak banyak berkomentar mengenai hal ini (kasus Jiwasraya), namun selama ini kebijakan Union Bank of Japan di pasar modal adalah membangun kepercayaan. Jumlah investor juga meningkat pesat, dan investor telah berkinerja baik. Ada aturan jual beli, otomatis penolakan, asimetri, RUPS tidak ada pembelian kembali saham, pelonggaran aturan sudah cukup, ”ujarnya di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Baca: Kejaksaan Agung Ungkap Peran 13 Perusahaan dalam Kasus Jiwasraya: Ikut Operasi Penggorengan

Menurut Hans, saat pandemi Covid-19, pasar modal saat ini masih perlu perhatian otoritas Atas bantuan dan dukungannya, OJK memberikan pengawasan yang baik, katanya: “Tapi masalah pandemi itu datang dari luar ke Indonesia, lalu Indonesia juga bermasalah kesehatannya, lalu sektor keuangan karena khawatir akan volatilitas,” ujarnya. Menurut Muhammad Faiz Aziz dari Pusat Penelitian Hukum dan Politik (PSHK), OJK yang baru beroperasi pada tahun 2014 telah berkembang pesat sejauh ini, sehingga dapat kembali membuktikan bahwa pengawasan dan penegakan hukum yang baik telah kembali berjalan. Kepercayaan masyarakat terletak pada industri jasa. keuangan.

Baca: OJK Sebut Pejabatnya Disebut Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya- “Dalam lingkup pencegahan, OJK bekerja dengan baik karena banyak undang-undang di OJK pasca transisi dari level AJ ke OJK. Regulator perusahaan telah banyak mengeluarkan regulasi dalam rangka pencegahan, dan telah merumuskan tata kelola yang baik bagi seluruh perusahaan dan pelaku pasar modal.Dia mendukung institusi atau mendukung profesionalisme, namun keberadaan situasi tersebut akan dijelaskan oleh Fais. Pelaksanaan pengawasan yang relevan merupakan tugas yang sulit. Ia juga mengatakan bahwa kinerja pemerintah Korea selama pandemi sudah benar, yang berdampak positif pada pasar modal dan sektor jasa keuangan lainnya. Misalnya, relaksasi lembaga keuangan sudah ada, yang mungkin saja Dukung Pemulihan dari Dampak Ekonomi Covid-19.

Tulisan ini berjudul Kompas.com Kasus Jiwasraya OJK membutuhkan pengawasan dan tata kelola yang ketat

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon