Sertifikat kematian Kementerian Dalam Negeri mencegah pembayaran uang asuransi untuk dua anggota awak Longxin 629

Reporter Tribunnews News, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menunggu keluarnya akta kematian almarhum AR dan AP untuk memproses kedua jaminan tersebut secara bersamaan.

AR dan SP adalah lambung Badan Kewarganegaraan Indonesia (WNI) (ABK) yang dikapalkan dari Longxin 629 yang berkibar bendera Tiongkok.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Judha Nugraha mengatakan: Hampir semua hak almarhum AR dan SP sudah dihormati.

“Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Lembaga Terkait Indonesia telah mendorong penghormatan terhadap hak almarhum AR dan SP,” kata Judha Nugraha dalam jumpa pers online yang digelar bersama media, Rabu (27/5/2020). – –Baca: Tidak hanya di bandara, penumpang yang naik KA jarak jauh ke Jakarta juga harus memiliki SIKM

Kementerian Luar Negeri RI dan kementerian / lembaga terkait telah mengumpulkan lembaga pengelola, ahli waris dan kuasa hukum masing-masing untuk mengatasi masalah ini. – — Baca: Sekarang, Penumpang Penerbangan Domestik ke Bandara Soetta Wajib Memiliki SIKM

Sesuai prosedur yang sudah disederhanakan, Direktur PWNI menyatakan bahwa ahli waris sudah mendapat hak upah, uang jaminan dan santunan. -Saat ini premi asuransi Pengisian Akta Kematian yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca: Bak Main Tebak-Tebakan, Kebijakan Chokovi Terhadap Corona Juga Tak Jelas-Jada Mengatakan Pihaknya Didukung Kementerian Dalam Negeri Segera keluarkan akta dan dapatkan dukungan dari Dirjen Keperdataan (Dirjen Dukcapil) agar premi asuransi almarhum AR dan SP dapat segera dibayarkan.Harap diketahui bahwa Dirjen Kementerian Dalam Negeri Dukcapil mendukung terobosan ini dan mengeluarkan kematian secepatnya. Buktinya agar premi asuransi bisa langsung dibayarkan, ā€¯ujarnya. Dia melanjutkan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon