Sri Mulyani membantah pekerjaan para pekerja BLT Sense

Laporan oleh Yanuar Riezqi Yovanda dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM di Jakarta – Skema kartu kerja baru-baru ini telah menyebabkan banyak kontroversi di kalangan masyarakat.

Mengenai kontroversi tersebut, Sri Mulyani menjelaskan gagasan awal bahwa rencana 200.000 rupee adalah pelatihan profesional yang dilakukan secara online dan offline.

Baca: Sri Mulyani menemui kepala desa untuk mempertanyakan masalah BLT

“Dalam peta pra-pekerjaan, desainnya online dan offline, tetapi karena pengenalan PSBB, banyak dari mereka “Online,” katanya pada pertemuan virtual dengan Komite Kesebelas Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa rencana tersebut menargetkan banyak orang yang dipecat. (Redundan) dan pekerja informal yang terinfeksi oleh virus corona atau Covid-19.

“Mereka dapat mendaftar secara online dan menerima hadiah bulanan sebesar 600.000 rupiah. Biaya pelatihan maksimum adalah 1 juta rupiah. Jika biaya pelatihan yang dibeli kurang dari 1 juta rupiah, uang itu tidak akan digunakan dan dikembalikan ke Sri Lanka Li Muliani berkata .- “Memang, masih di minggu pertama. “Mantan direktur pelaksana Bank Dunia mengatakan bahwa dari 8 juta yang terdaftar, mungkin hanya mampu menyediakan 100.000 atau 130.000.” — Membaca: Dampak Covid-19, PDB AS turun sebesar 4,8% pada kuartal pertama 2020. — Adapun apakah virus korona akan berkurang, pelatihan offline dapat dilakukan.

“Untuk Covid-19, bisa berupa bantuan sosial seperti BLT (bantuan tunai langsung). Sri Mulliani menyimpulkan bahwa mereka selalu didorong untuk berlatih.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon