Penguncian mengganggu ekspor India ke India dan Anta mulai beralih ke pasar Eropa

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Komersial PT Aneka Tambang (Persero) Tbk Aprilandi Hidayat Setia menjelaskan akan memasuki pasar ekspor Eropa. Sejak pandemi Covid-19 mengganggu ekspor ke India, perusahaan menyelesaikan tugas ini. Dijelaskannya, usai rapat umum tahunan (RUPS) online tahun buku 2019, Kamis (11/6/2020).

Ia mengatakan, terkait larangan penjualan di India, Antam melakukan skorsing. Penjualan kemudian dialihkan ke China, katanya: “Kami masih mempertahankan pasar lama yang menjadi tujuan ekspor, seperti China, Korea Selatan dan Jepang. -Aprilandi menambahkan Antam saat ini sedang gencar memproduksi nikel-besi-nikel di smelter Sulawesi Pomalaa. Setelah pemerintah melarang ekspor bijih nikel, sebelah tenggara.

Pada kuartal I tahun 2020, perseroan memproduksi 6.315 ton nikel-besi-nikel. Penjualan 6.379 ton.

Produksi nikel mencapai 628.8213 metrik ton. -Produksi emas hingga akhir Maret 2020, Antam memproduksi 446 kg, dan penjualan mencapai 5.097 kg. – Produksi perak mencapai 3.750 kg, Penjualan sebesar 2.340 kg. Kilogram

— ton, volume penjualan 128.386 metrik ton.

— Dana Amin, CEO Antam, mengatakan perseroan Rencana kerja dan anggaran (RKAP) perseroan sedang diselesaikan untuk mendapat persetujuan dari Departemen Perdagangan A.S. Badan Usaha Publik (BUMN).

Menurut dia, perseroan terpaksa mengubah indikator kinerja yang terkena dampak Covid-19. Antam Kami berusaha menghemat uang dalam hal menjaga biaya dan menjaga skala. Tidak dapat dipungkiri, pasar internasional yang membatasi kegiatan ekonomi sangat merasakan dampaknya, “kata Dana. “Meski demikian, Antam masih optimistis dengan kemungkinan perluasan pasar.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon