Pemerintah menerapkan langkah-langkah stimulus ekonomi untuk meningkatkan daya beli

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Sanusi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Laju pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2020 sebesar 5,32% merupakan persaingan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat guna meningkatkan anggaran belanja Indonesia. Situasi dan situasi ini tidak akan melanjutkan resesi di kuartal ketiga.

Staf Khusus DR Reza Yamora Siregar, Menteri Koordinator Perekonomian, menyatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Subsidi listrik, subsidi gaji, 13 hari gaji PNS, non PNS, TNI, Polri dan pensiunan, dan -pemerintah juga berkomitmen memberikan bantuan kepada pengusaha kecil (UMKM) Agar produksi tetap berjalan normal. Ini perlu sinergis dengan permintaan pasar yang berkelanjutan. Riza mengatakan, jika tidak ada permintaan, produktivitas tidak akan terpengaruh. Riza mengatakan: “Baca: Pembelian Ta Ya Turun, Laju Inflasi Indonesia Terendah Sejak 2000. 55% Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari transaksi jual beli untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan dia masih Tingkat pertumbuhan rata-rata 5% per tahun inilah yang membuat ekonomi nasional terus bergerak. Pekerja- “Ini pertama kalinya angka ini turun tajam selama pandemi Covid-19 tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban untuk terus menjaga permintaan dan menjaga kepercayaan pasar, ā€¯ujarnya. Trade), namun hal ini terjadi dengan membeli barang atau produk impor dari luar negeri. Ia yakin situasi ini tidak akan meningkatkan supply dan demand dalam negeri .– – “Omzet (ekonomi) harus sesuai dengan kepentingan ekonomi nasional. Ia menambahkan.

Reza juga menjelaskan bahwa dalam menanggapi Covid-19, pemerintah telah menyusun rencana defisit publik. Pada 2023, defisit akan melebihi 3%.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon