Dalam undang-undang penciptaan lapangan kerja, pesangon hanya 25 kali gaji, berikut nilai yang dihitung

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam Undang-Undang Ciptaan yang disahkan kemarin (10 Juni 2020), salah satu pasal yang dinilai bermasalah dan paling mengkhawatirkan adalah pesangon. –Alasannya, pemerintah dan jajak pendapat sepakat untuk mengubah maksimal pesangon pekerja menjadi 25 kali gaji, ditambah 19 kali gaji bulanan dan 6 kali jaminan pengangguran (JKP). -Mengenai UU Ketenagakerjaan No. 13/2003, maksimum pesangon yang dapat diterima pekerja adalah 32 kali lipat dari gaji mereka. -Baca: Undang-Undang Penciptaan Pekerjaan Pemberhentian: 2 juta pekerja terancam pemogokan nasional hari ini, yang merupakan tuntutan – dijelaskan dalam undang-undang bahwa untuk masa kerja delapan tahun atau lebih, pembayaran pesangon yang diterima adalah sembilan bulan gaji. Selain itu, pekerja yang telah mengabdi lebih dari 24 tahun akan dibayar 10 bulan kerja.

Baca: KPCPEN: UU baru tentang penciptaan lapangan kerja akan berlaku setelah Covid-19 disahkan

Ada juga klausul yang menjelaskan bahwa jika seorang pekerja mengalami PHK karena alasan efisiensi, maka pesangon yang menjadi haknya ditentukan Dua kali. , Setelah 8 tahun 4 bulan ada 2 juta pengalaman terminasi (PHK). Alasannya, perusahaan tempat dia bekerja sangat efisien. Kemudian karena alasan efisiensi, pekerja terkait di-PHK, dan jumlah pesangon menjadi dua kali lipat, yaitu gaji 18 bulan-pekerja juga akan menerima bonus senioritas. Untuk masa kerja enam tahun tetapi kurang dari sembilan tahun, besaran imbalan untuk masa kerja tersebut adalah gaji tiga bulan.

Oleh karena itu, besarnya pesangon menjadi 21 kali lipat gaji, atau 88,2 juta rupiah. -Dalam undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja, klausul tentang tambahan uang pesangon bagi pekerja setelah perusahaan meningkatkan efisiensi telah dihapus.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon