BI: Jangan khawatir, perbankan aman selama pandemi

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran perbankan saat krisis ekonomi akibat pandemi corona atau Covid-19. Letnan Gubernur Destry Damayanti mengatakan banyak pihak khawatir nasib perbankan akan normal. Selama pandemi, volume transaksi uang elektronik melonjak 17,31% -tetapi dia menegaskan bahwa industri perbankan kini jauh lebih baik dibandingkan dua krisis ekonomi sebelumnya pada 1998 dan 2008. — “Jika kita melihat industri perbankan saat ini, jika kita fokus pada industri ini, keadaan kita jauh lebih baik dibanding tahun 1998 atau 2008,” ujarnya dalam webinar, Jumat. (17/7/2020) Menurut dia, likuiditas bank adalah rasio kecukupan modal (RCA). Ini terus meningkat selama pandemi Covid-19.

“Kami melihat likuiditas perbankan terus meningkat. Kami akan melihat apakah CAR atau alat likuid lainnya yang dibagi DPK (dana pihak ketiga) berada di atas rasio minimum,” kata Destry. Rasionya mendekati 200 basis poin sejak tahun lalu.

“Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga sebesar 175 basis poin. Namun, transmisi perbankan masih lambat. Ia menyimpulkan bahwa suku bunga kredit hanya turun 74 basis poin.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon