Target presiden tahun depan, dari pengangguran hingga kemiskinan

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mengumumkan tujuan pembangunan selanjutnya untuk tahun 2021.

Presiden mengatakan bahwa tingkat pengangguran tahun depan diperkirakan antara 7,7% dan 9,1%. Sementara itu, angka kemiskinan diperkirakan berada di antara 9,2% dan 9,7%.

Baca: Pemerintah berniat menanamkan Rp 356,5 triliun dalam rancangan anggaran untuk pemulihan ekonomi 2021. Menekankan pengentasan kelompok kemiskinan ekstrim, dengan ketimpangan antara 0,377 dan 0,379, serta Indeks Pembangunan Kualitas Manusia (IPM) antara 72,78 dan 72,95, “dirilis pada Jumat (14/8/2020) di gedung MPR / DPR / DPD Jakarta. RUU tahun fiskal 2021 dan catatannya tentang pemulihan ekonomi akibat virus Corona (Covid-19).

Karena dia mengatakan bahwa krisis kesehatan yang disebabkan oleh pandemi tersebut telah menyebabkan tingkat kemiskinan dan pengangguran negara meningkat. — “Proyek Kebijakan Anggaran Nasional untuk 2021 terutama ditujukan untuk mempercepat pendapatan nasional dari pandemi Covid-19 yang mengarah pada pemulihan ekonomi akhir. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, kemampuan inovasi, dan daya saing ekonomi. Ketiga, mempercepat transisi ekonomi ke era digital, dan keempat, memanfaatkan dan mengantisipasi perubahan demografis. Menurut data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin meningkat dari 25,1% pada Maret 2020 menjadi 2 juta menjadi 26,4 juta. Secara persentase, jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 adalah 9,78%, meningkat 0,56 persen poin dari September 2019 dan naik 0,37 persen poin dari Maret 2019. -Selama periode ini, ini adalah 31 Juli 2020. Departemen Maine (Kemenaker) mencatat , 2,14 juta pekerja formal dan informal terdampak Covid-19. Pencatatan didasarkan pada nama dan alamat. — Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengatakan: Jawa Barat adalah wilayah di mana pandemi Covid-19 berdampak paling besar terhadap angkatan kerja Diedit Kementerian Ketenagakerjaan, dari Dinas Ketenagakerjaan Daerah, hingga 31 Juli 2020, terlihat total pekerja formal dan informal yang terserang Covid-19 di Jawa Barat sudah melebihi 342.772 pekerja.

Judul artikel ini Diposting di Kompas.com: Tujuan Chokovi 2021, dari pengangguran menjadi kemiskinan “

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon