Restrukturisasi kredit bank tembus Rp.904,3 triliun, dan kredit bermasalah menurun

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hingga 28 September 2020, restrukturisasi kredit sektor perbankan telah menyelesaikan Rp 904,3 triliun. Wimboh Santoso, Ketua Dewan Pengawas OJK, mengatakan besaran restrukturisasi kredit perbankan tersebut mencakup 7,5 juta debitur.

“Sementara itu, rasio NPL (NPL ratio / NPL ratio) pada September 2020 adalah 3,15%, lebih rendah dari 3,15% pada periode yang sama tahun lalu. Ia mengatakan, Jumat (23/10/2020) ) Pernyataan resmi mengatakan: “Bulan lalu 3,22%. Menurut Wimboh, peningkatan rasio kredit macet tersebut disebabkan oleh penerapan bank-prinsip kehati-hatian dalam proses alokasi kredit pada saat pandemi corona atau Covid-19. -Lihat juga: OJK memperpanjang periode penyesuaian struktur kredit hingga 2022

Bank juga membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), lebih dari “6 bulan terakhir, angka ini meningkat,” katanya .: Bank Mandiri memperkirakan karena Covid- 19. Restrukturisasi kredit akan mencapai 180 triliun rupee.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon