Kesempatan untuk berpartisipasi dalam penggunaan energi matahari

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini prospek pengembangan energi surya sangat luas.

Pada potensi tenaga surya 207,8 GW, daya yang digunakan saat ini kurang dari 200 Mwp.

“Ini menunjukkan celah yang besar. Di satu sisi, ini merupakan tantangan, namun di sisi lain, ini juga menjadi peluang bagi semua pihak untuk berpartisipasi dalam pemanfaatan energi surya.” Asosiasi Tenaga Surya Indonesia ( AESI) Chairman Andhika Prastawa dalam pidato virtual baru-baru ini Berarti di. Topik diskusi yang diprakarsai oleh PBNU Climate Change Research Institute adalah pemanfaatan tenaga surya untuk menghijaukan rencana pesantren, juga bekerjasama dengan “Radesa Institute” dan berpartisipasi dalam pengembang lokal sistem tenaga surya (PLTS) SUN SUN Energy Indonesia Asosiasi Tenaga Surya (AESI). -Andika mengatakan dibandingkan dengan negara ASEAN, Indonesia masih tertinggal dalam penggunaan energi surya. Dukungan dari pemerintah dan partai politik dalam penggunaan energi surya.

Ia juga mengapresiasi pengembangan energi matahari yang salah satunya dilakukan oleh pesantren dan pesantren milik Nahdatul Ulama.

Baca Juga: Banjir Rumah Pondok Surya Mandala Bekasi Mulai Menyusut

“Penerapan Tenaga Surya di Pondok Pesantren yang Menggunakan PLTS Dapat Mempercepat Pencapaian Tujuan Pemerintah Menciptakan 23% Ketersediaan Baru pada Tahun 2025. Energi terbarukan Atap PLTS juga sangat mudah, murah, tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dipasang dalam kelompok kecil atau bangunan yang tersebar. -Katanya pesantren biasanya menggunakan tenaga surya untuk penerangan kegiatan mengajar., Power supply atau pompa air .

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon