KPPU mendeteksi barang ekspor monopoli, dan perusahaan logistik robek akan menghadapi denda 1 miliar rupee.

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pengawas Persaingan Dagang (KPPU) menyelidiki dugaan monopoli ekspor benih lobster. -Guntur Saragih mengatakan, diduga melakukan pelanggaran dalam kasus ekspor benih lobster.

Baca Juga: Kasus Benur Edhy Prabowo, KPK Buka Kemungkinan Tersangka PT ACK di Perusahaan

Lihat Juga: Gara-gara Gerindra Babak Belur – Lihat Juga: Dua Buronan dalam Kasus Ini Soal suap, ekspor ikan goreng langsung ditahan KPK-namun dugaan pelanggarannya bukan pada penerbitan izin ekspor, melainkan pada logistik dan distribusi.

“Kami sedang mengkaji ekspor lobster.” Senin nanti hasilnya akan kami umumkan, ”kata Guntur di Jakarta, Selasa (1/1/2020), yang akan direvisi atau The” Job Creation Act “memberikan sanksi. .- “Tentu saja sanksi yang diatur dalam UU Persaingan Usaha, jika terbukti memonopoli Rp 1 Guntur, maka harus dilakukan balas dendam.

Guntur melanjutkan, jika sanksi terbukti efektif, itu terkait dengan sanksi. Undang-undang Penciptaan Ketenagakerjaan menetapkan denda minimum Rs 1 miliar, dan tidak ada batas atas denda maksimum atau maksimum.

Menurut Guntur, sebelumnya sanksi bagi pelaku usaha monopoli berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 (Undang-Undang tentang Perilaku Monopoli dan Persaingan Niaga), dengan denda paling banyak Rp 25 miliar. Dengan adanya “Job Creation Act” (UU Cipta Kerja), maka jika terbukti monopoli tidak melebihi Rp 25 miliar, sanksi akan dijatuhkan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon