Tanggapan analis kepada Menteri Keuangan Indonesia adalah secara resmi memasuki resesi, mengakui resesi dan dampaknya

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menyusut dari produk domestik bruto (PDB) menjadi turun 3,49% pada kuartal III tahun 2020, yang menegaskan bahwa Indonesia telah mengalami resesi ekonomi. Suhariyanto mengatakan dalam laporannya: “- Jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu, tingkat penyusutannya masih 3,49%. Pertumbuhan triwulanan PDB Indonesia signifikan, di 5,05%,” Presentasi virtual pada Kamis (11 Mei 2020) . -Baca juga: Harga Emas Antam Pagi Ini Tepat Rp 1 Juta Per Gram. -Menurutnya, pertumbuhan triwulanan adalah modal bagus untuk tahun 2021. Lanjut Dia Menurun 2,03% “, ujarnya. Pembatasan sosial skala besar (PSBB) telah dilonggarkan, pertumbuhannya belum terlalu dalam.

BPS sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal kedua tahun 2020, yang turun dari tahun ke tahun Resesi ekonomi? -Ekonom Julius Shiskin mengutip Forbes pada 15 Juli 2020, dan mendefinisikan konsep resesi ekonomi sebagai penurunan PDB dua kuartal berturut-turut. Beberapa bulan atau bahkan tahun. Para ahli juga menunjukkan bahwa ketika suatu negara menderita produk domestik bruto negatif jangka panjang (PDB), meningkatnya pengangguran, penurunan penjualan ritel, dan menyusutnya pendapatan manufaktur, resesi ekonomi akan terjadi.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon