Pengusaha untuk meningkatkan daya beli: insentif pemerintah harus fokus pada konsumen

Laporan dari Reynas Abdila, seorang reporter dari Tribunnews.com di Jakarta-Danang Girindrawardana, direktur eksekutif Abindo, mengatakan pemerintah masih dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Salah satunya adalah memberikan insentif yang langsung diperhatikan atau dirasakan konsumen, yaitu pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak konsumsi.

“Hingga saat ini, PPN telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan pemerintah. Oleh karena itu, pembebasan PPN akan memiliki dampak yang signifikan terhadap pendapatan pemerintah,” kata Da Nang dalam sebuah pernyataan pada Selasa (7/7/2020) . Dia melanjutkan: “Di sisi lain, pembebasan PPN dapat membantu menjaga daya beli warga.” – Oleh karena itu, Da Nang percaya bahwa stimulus ini dapat dipertimbangkan setidaknya dalam tiga aspek. Pertama, pajak pertambahan nilai bisnis-ke-bisnis dalam rantai pasokan (juga dikenal sebagai rantai pasokan).

Sejauh ini, perusahaan yang membeli produk dari perusahaan lain untuk produksi harus membayar PPN.

Baca: Tujuan DPRD DKI untuk “Dorongan”: Jika tujuannya adalah pendidikan yang didukung oleh publik dan kami

Pemerintah akan mengurangi insentif pajak pertambahan nilai untuk perusahaan, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) Biaya produksi.

Akibatnya, produsen dapat menjual produk mereka dengan harga lebih murah.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon