Mulai 30 Maret, transaksi hanya dapat dilakukan di BEI sebelum pukul 15:00.

Report oleh Tribunnews.com reporter Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring dan Penjaminan Perusahaan Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mengajukan permintaan (KSEI) untuk memprediksi dampak coronavirus atau Covid-19.

OJK Asisten Komisaris untuk Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo mengatakan bahwa OJK telah meminta untuk mempersingkat waktu transaksi sistem operator pasar (SPPA) untuk BEI dan alternatif.

“Selain itu, waktu pelaporan Penerima Laporan Perdagangan Efek (PLTE) telah dipersingkat,” katanya di Jakarta, Selasa (24/3/2020). Jelaskan bahwa jam perdagangan Bursa Efek masih dua periode dari Senin hingga Jumat, tetapi waktu periode pertama diubah dari jam 9 pagi hingga 11:30 pagi, dan waktu periode kedua diubah dari jam 1:30 siang hingga sore. 3 jam – Selama periode ini, jam perdagangan SPPA adalah dari jam 9 pagi hingga 3 sore. Mobile PLTE berubah dari 09:30 menjadi 15:30.

Oleh karena itu, OJK mewajibkan KPEI dan KSEI untuk menyesuaikan waktu prosedur penyelesaian dan kegiatan operasional lainnya.

“Khususnya, jika waktu transaksi dipersingkat, waktu transaksi SPPA dan waktu pembukaan PLTE dipersingkat, maka penyesuaian proses penyelesaian PT KPEI dan PT KSEI akan berlaku pada bulan Maret. 30 Oktober 2020”, ia Disimpulkan.

Waktu yang diundangkan adalah dari menyesuaikan kalender kegiatan bisnis Bank Indonesia dan layanan publik hingga berakhirnya batas waktu yang selanjutnya ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon