Ekonomi yang semakin tertekan adalah alasan mengapa Sri Mulyani berinvestasi di Bank Nasional

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan menyatakan bahwa rencana pemulihan ekonomi pemerintah untuk pandemi korona atau Covid-19 sangat sederhana. Yani mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memintanya untuk dapat segera menggunakan semua sumber daya yang tersedia dan sarana resmi untuk benar-benar mencapai pemulihan ekonomi nasional.

“Pada kuartal kedua April hingga Juni, kami menemukan bahwa karena penerapan PSBB, tekanan ekonomi sangat besar,” katanya pada pertemuan Komite Dewan ke-11, Senin (29/6/2020). ). Karena itu, pemerintah harus segera memulihkan ekonomi di kuartal ketiga dan keempat dengan tetap menjaga disiplin yang sehat.

Baca: Ahok melelang 19 kain batik yang ia gunakan dalam gugatan pencemaran nama baik,

Inilah yang coba dilakukan pemerintah sekarang, untuk mendorong pemulihan ini, semua cara, politik dan wewenang digunakan , “kata Sri Mulyani.

Baca: Anggaran Covid-19 Kementerian Kesehatan yang baru mencapai 4,68% -Sri Mulyani mengatakan bahwa salah satu upaya untuk menyelamatkan ekonomi negara Ini untuk menyimpan dana di bank-bank komersial.

Baca: Sri Mulyani merasa bahwa dia tidak ingin mencegah anggaran manajemen Covid-19 di Departemen Kesehatan .

Selama dana nasional berada dalam kerangka kerja Indonesia Bank Indonesia, sistemnya cukup sederhana. Pemerintah mengelola kas.

Bank Indonesia, nilai rata-rata lebih tinggi dari Rp 300 triliun bahkan bisa mencapai Rp 400 triliun “Dalam hal ini, tingkat bunga ditentukan oleh kami Seperti yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, di sini kita mendapatkan BI rate 80%. “Jika kita menyetor uang yang sama ke bank dengan tingkat bunga yang sama, bank akan memiliki opsi untuk memberikan pinjaman kepada komunitas bisnis dengan tingkat bunga yang lebih rendah, terutama dalam keadaan sulit saat ini.”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon