Apa perbedaan antara krisis ekonomi 1998 dan krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19?

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Peserta usaha kecil dan menengah (UMKM) telah menjadi salah satu industri yang dihancurkan oleh pandemi Covid-19, yang perlahan-lahan mengubah arah perekonomian Indonesia. Apa yang terjadi kali ini jelas berbeda dengan krisis terakhir yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dia mengatakan: “Jika dalam krisis terakhir pada tahun 1998 dan 2008, UMKM masih memiliki fleksibilitas yang kuat, karena departemen yang terkena pada waktu itu adalah perusahaan besar, dan sekarang departemen UMKM adalah yang paling terpengaruh.” Pada hari Selasa (19/5) / 2020) pada konferensi pers virtual.

Baca: Impact Covid-19, bank akan sangat berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada debitur UMKM-dari sudut pandang keuangan, Eko berpendapat itu juga berbeda. Saat ini, UMKM dipengaruhi oleh masalah arus kas atau kurangnya likuiditas, sehingga saat ini sulit bagi UMKM untuk memenuhi kebutuhannya. Pemerintah telah melonggarkan kebijakannya.

Baca: Membahas webinar, Sandiaga Telling Crisis yang diuji oleh UMKM berbeda dari 1997-1998

Menurut data yang diperoleh pada saat itu, Kantor Pusat Kredit, yang dipengaruhi oleh Covid-19, berhasil ditata ulang hingga Ini mencapai IDR 336,97 triliun pada hari Minggu (10 Mei 2020). Batas kredit berasal dari 3,88 juta debitur. Dia mengatakan: “Di masa depan, perlu untuk mempertimbangkan apakah UMKM masih memiliki modal kerja? Saya harap Co-19 akan berlalu dengan cepat, dan UMKM tidak akan kehilangan metode tunai untuk ditukar dengan uang tunai.” Menurut kebijakan pemerintah dan OJK, kebijakan ini adalah Peserta UMKM (terutama mereka yang terkena dampak Covid19) memberikan banyak kelegaan dan fleksibilitas. “Kata Ryan.-Namun, di masa depan, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemerintah bagaimana membantu usaha kecil dan menengah dalam kondisi baru atau baru. Ini normal. Dalam banyak perubahan setelah Covid19, UMKM tidak akan gagap atau goyang.

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan literasi digital kepada UKM.

“Pelatihan teknik produksi harus menunjukkan kepada mereka pemasaran dan akuntansi menggunakan peralatan digital (UMKM) ), karena perilaku konsumen berubah dengan adanya situasi normal baru (new normal), “jelasnya. Judul utama UMKM yang terkena dampak krisis adalah perbedaan antara krisis 1998 dan pandemi Covid-19.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon