Pemerintah mendesak fluktuasi nilai tukar rupee

Reporter Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ekonom Jakarta-INDEF Bhima Yudhistira percaya bahwa nilai tukar rupee masih berfluktuasi, dan diharapkan nilai tukar terhadap dolar AS akan melemah dalam waktu dekat. -Gambar ini diperkirakan akan menembus ke level Rp. 14.500 per dolar.

“Kami memperkirakan rupee akan melampaui 14.500 dalam jangka pendek,” kata Bhima kepada Tribunnews, Jumat (28/2/2020) malam.

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif karena fluktuasi nilai tukar rupee dianggap berdampak negatif pada sektor komersial termasuk kegiatan impor dan ekspor.

“Karena itu, kita harus mengantisipasi ini, karena fluktuasi nilai tukar rupee yang berlebihan akan mengganggu kegiatan dan rencana bisnis,” kata Bima, terutama dalam hal impor dan ekspor. Rupee juga akan dipengaruhi oleh virus korona yang berdampak pada ekonomi global.

Di Indonesia sendiri, korona akhirnya berdampak pada industri keuangan, dan investor bergegas untuk menjual saham karena kekhawatiran tentang dampak negatif dari pasar.

Membaca: Landasan pacu Bandara Lagaligo Bua di Kota Luwu telah diperluas dan menjadi salah satu titik penghubung di Sulawesi Selatan

Membaca: Ashraf meninggal setelah ditangkap, BCL Gig menyanyikan True Love ada di sini dalam video- — Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, mengatakan bahwa pasar keuangan global telah terganggu oleh epidemi korona. Sektor keuangan – “Pasar keuangan global memang sedang terbakar, karena investor global percaya bahwa dampak gerakan virus korona memang menyebar,” kata Perry di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Awal Jumat, nilai tukar dolar AS terhadap rupee terapresiasi 3,5% (492 poin).

Nilai tukar rupee terhadap dolar AS melemah pada Rp 14.108 pada hari Jumat pagi. -Lalu di sore hari, dolar AS mulai berfluktuasi sampai terus menguat terhadap rupee ke 14.530.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon