Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa kegiatan industri harus menyerahkan laporan melalui SIINas setiap minggu

Reporter dari Tribunnews.com, Lita Febriani-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung pengembangan industri nasional selama pandemi korona atau Covid-19. Berdasarkan kegiatan ini, Kementerian Perindustrian juga mempromosikan implementasi perjanjian kesehatan sesuai dengan aturan pencegahan Covid-19.

Baca: Penurunan permintaan setelah pandemi Covid-19, BI memperkirakan inflasi 0,18% pada bulan April 2020

Direktur Ketahanan Industri, Regionalisme dan Akses Industri Internasional (KPAII) Direktur Dodi ยท Doddy Rahadi menyatakan bahwa kedua kegiatan tersebut harus dilakukan secara seimbang dan harus selalu dilaporkan melalui SIINas.

“Perusahaan harus menyatakan operasi mingguan dan transfer industri melalui akun SIINas. Jika ini tidak terjadi, sanksi dapat berupa pencabutan IOMKI atau mengizinkan operasi dan transfer industri,” kata Dodi, Rabu 29 April 2020).

Menurut ketentuan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2020, Konvensi Hayden tentang Pembatasan Massal Arahan Sosial (PSBB), industri ini masih diizinkan untuk beroperasi, termasuk industri peralatan medis, industri farmasi dan farmasi, dan industri makanan dan minuman.

Baca: 4 saran untuk mengawasi pengelolaan APBD Covid-19

Untuk setiap industri yang masih beroperasi selama periode pembatasan sosial skala besar (PSBB), jika karyawan terbukti memantau pasien (PDP), Anda harus berhenti bekerja selama 14 hari untuk menghindari dampak d. Menjadi cluster baru.

Ini adalah langkah untuk mengatasi Covid-19 dan melindungi ekonomi.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon