Di bawah pengaruh Covid-19, seorang pengusaha meminta untuk menunda pembayaran THR

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pengusaha mengatakan mereka memiliki sakit kepala tentang wabah Corona atau Covid-19, karena sirkulasi mata uang belum sepenuhnya lancar.

Selain itu, dalam bulan berikutnya, karyawan juga harus diberi libur pembayaran (THR), sehingga strategi untuk menjaga kesejahteraan harus dirumuskan.

Mardani H Maming, ketua dewan Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), mengakui bahwa pengusaha dan peserta industri sedang mencari cara untuk membuat karyawan mereka senang dengan masalah THR mereka.

Baca: Warga miskin Jabodetabek dapat menyediakan paket belanjaan senilai 1,8 juta rupiah dalam 3 bulan

Baca: Update pelatih tim nasional Indonesia U-19 Gong Oh-Kyun Negative Corona

“Kami pengusaha dan memerlukan pembuahan terlebih dahulu. Pembahasannya sendiri tidak elegan. Meski harganya tidak murah, kami tidak membicarakan THR. Ini yang harus diselesaikan,” katanya di Jakarta, Selasa (4/7/2020). .

Intinya, Menur sampai pada kesimpulan setelah mengobrol dengan Hipmi di semua wilayah melalui konferensi video, sulit untuk membayar gaji sekarang.

Meskipun situasi saat ini sangat buruk, apalagi menguntungkan, dibutuhkan lebih banyak usaha untuk bertahan di industri. — “Hipmi sedang mempelajari cara mencegah industri menghentikan pemutusan hubungan kerjanya (FLE). Selain itu, pengusaha percaya bahwa THR akan membebankan biaya tahun ini,” kata Mardani.

Karena itu, dia juga meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk tidak membahas THR sebelumnya.

“Kami pikir kami berharap dapat terus membahas THR mulai sekarang untuk membayar biaya, karena beban kami sangat berat.” “Banyak departemen kegiatan tidak lagi berperan sama sekali. Kami meminta Kementerian Tenaga Kerja untuk menerbitkan kebijakan laba. Menangkan solusi “, dia menyimpulkan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon