Untuk mencegah truk ODOL memasuki jalan tol, Kemenhub menyediakan pemantauan 24 jam di 26 titik

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Budi Setiyadi, Direktur Transportasi Darat, Kementerian Transportasi, mengatakan bahwa pihaknya akan memonitor secara dekat truk kelebihan muatan atau kelebihan muatan (ODOL) untuk menghindari penyeberangan jalan tol Tanjung Priok dari Jakarta ke Bandung, Jawa Barat. -Budi mengatakan di gedung Kemenhub di Jakarta pada Jumat (13/3/2020): “Pengawasan seperti ini berlangsung selama 24 jam, dan dibagi menjadi 8 shift dari jam 2 pagi sampai jam 2 siang. Setiap shift dilakukan setiap 3 jam.” -Dia menambahkan bahwa dari Jakarta ke Bandung, 26 lokasi akan diawasi, yang merupakan gerbang tol dekat dengan jalan raya nasional.

Bacaan: Waspadai virus Corona, Cinta Penelope dan suaminya membatalkan Honey Moon di Bali — Bacaan: Batan: Proses pembersihan bahan radioaktif di rumah Batan Indah telah selesai

“Di 26 lokasi, Pasang 13 skala biasa, dan 13 lainnya akan digunakan dari jalan tol ke jalan raya nasional Budi mengatakan bahwa dalam pengelolaan tol, beberapa jalan tol akan dipasang, termasuk Koja, Tanjung Priok, Semper, Cakung, Rorotan, Karawang Barat dan Timur, Cikopo dan Padalarang. Budi mengatakan: “Hasil penilaian pada 9 Maret adalah 13 poin. 40 truk diperiksa di Tanjung Pruek dan 19 truk kelebihan muatan dan 19 truk besar ditemukan. “Budi juga mengangkut mobil, memeriksa hingga 240 truk di Koja, dan menemukan 166. Di Chikalang dan daerah lainnya, 1.734 truk dan 384 truk kelebihan muatan diperiksa. Ada 52 truk dengan masalah dalam dokumen. , Dan 52 truk terlalu besar. —————————————————————————————————— Jika truk itu di pintu masuk jalan tol, kami juga akan menambahkan pos pemeriksaan-truk ini telah lolos, pos ini akan memburu truk yang menyinggung, dan kemudian diletakkan di jalan raya nasional , “Kata Budi.

Sebelumnya, Kemenhub dikatakan melarang truk ODOL memasuki jalan tol dari 9 Maret hingga 9 April 2020.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon