BI: RI tidak akan merosot dalam waktu dekat

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan bahwa indikator awal menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke dalam resesi dalam waktu dekat. Dodi mengatakan dalam konferensi video pada hari Jumat (7 Maret 2020): “Meskipun perkiraan pertumbuhan untuk kuartal kedua lemah, orang masih khawatir kami tidak akan mengalami resesi.” Salah satu indikatornya adalah (dari indeks volatilitas yang mengukur ketidakpastian) membaik, meskipun Covid-19 masih terlihat di negara-negara besar (Amerika Serikat, Rusia, India, dan Brasil).

Baca: BI: Rupiah Semakin Parah Akibat Masalah Dalam Negeri

Baca: Mengantuk, Rupiah Kembali ke Level 14.500 Rupiah Per Dolar AS

Indeks VIX Naik Ke Level 34 Itu tidak lebih baik dari level sebelum Covid-19. 18.

“Artinya itu masih menunjukkan bahwa risikonya masih ada, meski saat ini hari-hari ini miring dibandingkan dengan KTT Akonia. Jika Anda menggunakan uang tunai sebagai latar belakang, maka Itu rajanya, dan masih ada kata Dodi. -Indikator selanjutnya adalah masuknya modal asing ke pasar mata uang (capital inflow) setelah penarikan besar-besaran. -Menurut catatan data transaksi dari 22-25 Juni 2020, negara-negara asing yang sudah masuk ke pasar SBN Modal adalah Rp 4,92 miliar, tetapi masih ada 1,52 triliun rupiah saham yang dijual di pasar saham selama periode yang sama. — “Arus masuk adalah arus masuk relatif, tetapi dalam basis terbatas. Ini mungkin salah satu poin utamanya, selama pendapatan dari RI masih menarik dan kondisi domestik selalu lebih baik, entry tetap penting. Dody menjelaskan,

Selanjutnya pembukaan perdagangan. Pada Mei 2020, perdagangan bersama bambu China mendorong pertumbuhan volume perdagangan. Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, Zhulian Country membantu pertumbuhan ekspor Indonesia di bulan Mei. Barang-barang yang masih berkinerja baik adalah emas dan baja, dan nikel membantu mendorong ekspor. Selain itu, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020, bongkar muat kapal impor di pelabuhan telah meningkat. Pada dasarnya rupee tetap stabil. , Laju inflasi masih berada pada level yang rendah dalam kisaran target tahun 2020 dan 2021.

‚ÄúTenang, semoga masih berlangsung, sudah ada poin klarifikasinya. “Dodi menyimpulkan. BI: Indikator ekonomi membaik, dan RI tidak akan bertahan dalam waktu dekat dengan t di Kompas.com.”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon