Menurut Permenhub, terbang tidak dilarang selama epidemi virus korona

Sebuah laporan dari reporter Tribunnews.com pada Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Biro Transportasi Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan larangan perjalanan udara sementara untuk kembali ke rumah pada tahun 2020. Permenhub (No. 25 Tahun 2020) terkait pengendalian transportasi saat mudik lebaran 1441 Hijriah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca: Pandemi Covid-19 berakibat PHK 80% Pegawai Maskapai Nasional Prancis

Direktur Penerbangan Sipil Novie Riyanto Jelaskan Penerapan Rencana Pembatasan Angkutan Udara Sebagai Cara Cegah Covid-19 di Indonesia Saat Pulang Pulang Tindakan pencegahan penyebaran.

“Novi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu:” Rencananya adalah dalam bentuk memberlakukan pembatasan penerbangan pada zona pembatasan sosial besar (PSBB), yang akan berjalan dari 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020. Berpengaruh. 25/2020).

Novie juga mengatakan bahwa larangan tersebut tidak termasuk dalam angkutan umum. Transportasi yang digunakan oleh kepala lembaga tingkat tinggi Indonesia dan tamu negara, operasi kedutaan, konsulat jenderal dan konsulat asing, dan perwakilan dari organisasi internasional. – “Kemudian melaksanakan operasi pemulangan udara khusus untuk pemulangan WNI (WNI) dan WNA (WNA) di bawah kewenangan Dirjen. Operasi penegakan hukum, penegakan hukum dan layanan darurat, pengangkutan kargo dan operasi lainnya Direktur Administrasi Penerbangan Sipil Novi mengatakan Novi terus mengatakan bahwa layanan navigasi bandara dan udara akan tetap beroperasi secara normal.

Demikian pula, tidak berdampak pada penerbangan internasional ke dan dari Indonesia, dan tetap beroperasi secara normal dengan mengacu pada perjanjian kesehatan Covid-19.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon