Warga mengeluh tentang tagihan listrik, PLN: tuduhan subsidi silang non-inti

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT PLN (Persero) membantah tuduhan praktik subsidi silang dalam program stimulus 450 VA dan 900 VA untuk kelompok rentan dari pelanggan bersubsidi. Wakil Presiden Direktur Komunikasi dan CSR Korporat PT PLN I Made Suprateka mengatakan pada konferensi pers virtual yang diadakan di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

“Titik persimpangan hibah 450 VA dan 900 VA tidak secara mendasar berbicara:” Tuduhan mengenai peningkatan jumlah tagihan listrik dapat terus menyebar ke meter listrik rumah tangga. “

Rekomendasikan bekerja dari rumah (WFH). (M) Berani pulang karena perjanjian Covid-19. Mari kita mengurangi keresahan di masyarakat,” katanya.

Akibatnya, tagihan pada April 2020 menjadi lebih tinggi dan lebih tinggi, dan tongkat baterai menanggung beban kWh bulan lalu.

Kita tahu bahwa pelanggan PLN mengeluh tentang kenaikan tagihan listrik pada bulan keempat tahun ini Baca: Pada kuartal pertama tahun 2020, penjualan pupuk Indonesia meningkat sebesar 17,73% – Baca: Selama pandemi Covid-19, penjualan MINI Indonesia Peningkatan 16% -berbagai spekulasi tentang kenaikan tarif listrik di media sosial telah dimulai, yang telah dipengaruhi oleh program bantuan listrik gratis dan diskon pemerintah – misalnya, warga Bekasi Radinar mengatakan bahwa sebagai 1.300 yang tidak disubsidi Pelanggan VA, ia biasanya hanya membayar tagihan PLN Rp 400.000.

Tapi tagihannya naik menjadi Rp bulan itu. 600.000, mengklaim bahwa tidak ada Dolar Taiwan Baru karena subsidi silang VA yang diberikan kepada pelanggan 900 VA dan 450.

“Aku benar-benar tidak tahu mengapa aku bertambah. Tapi sebagai orang awam, mungkin itu karena subsidi silang.”

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon