Akan menjadi prioritas industri 4.0, Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan TKDN untuk obat-obatan

Reporter Tribunnews.com, laporan Lita Febriani-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana untuk menambahkan sektor industri ke Industri Prioritas 4.0, termasuk industri farmasi.

Karenanya, terus mendorong kemandirian industri farmasi dapat meningkatkan daya saing dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan bahwa perlu untuk memperdalam struktur industri, industri hulu, dan lembaga perantara hilir untuk mendukung kemandirian industri farmasi nasional. Menteri Apresiasi meneliti kemungkinan mengekspor garmen di Reading-Zone Perdagangan Bebas Brab: Menteri Perindustrian: Penerapan Harga Bensin yang Dapat Merangsang Produktivitas Pabrikan – Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Independen Mendukung Industri Farmasi Penerbitan Menteri Perindustrian No. 16 tahun 2020 Undang-undang dan peraturan tentang penghitungan tingkat konten dan nilai program konten dalam obat nasional (TKDN). Negara-negara besar di Indonesia dapat menjadi negara independen di bidang farmasi, terutama dalam batch pertama produksi bahan baku. “) .

Penerapan TKDN dalam industri farmasi juga dilihat sebagai upaya untuk merangsang dan merangsang industri pemangku kepentingan untuk mengembangkan bahan baku farmasi negara atau industri bahan farmasi aktif. Pasar domestik dianggap memiliki potensi besar untuk aplikasi lokal Kandungan obat yang lebih tinggi karena dapat menjadi pilihan yang dibeli melalui skema “Jaminan Kesehatan Nasional” (JKN). “” Tentu saja, karena potensi besar pasar internal dan kemungkinan menarik investor, mereka dapat dikembangkan di Indonesia Bahan baku farmasi, “jelas Menteri Perindustrian.

Permenperin 16/2020, ditunjukkan bahwa prosedur untuk menghitung nilai TKDN obat-obatan tidak lagi menggunakan metode berbasis biaya, tetapi metode berbasis pemrosesan.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon