Saat ini terdapat 2.200 pekerja bongkar muat yang bekerja di Pelabuhan Tanjung Pruuk, menjadi bagian dari pekerjaan JHT BPJS

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tak kurang dari 2.200 buruh pelabuhan (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Prok kini resmi terdaftar sebagai peserta Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.

Serikat Pekerja Pemberhentian (STKBM) di Pelabuhan Tanjung Pruuk memperjuangkan keanggotaan selama dua bulan.

— Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis menyerahkan ijazah peserta dan ijazah peserta perwakilan STKBM semula dijadwalkan pada Selasa (2020/3/3) lalu.

Namun, karena wabah virus Corona (Covid-19), warga diimbau untuk tidak meninggalkan rumah, dan kegiatan ditunda.

Baca: Kandungan alami dalam kurkumin dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara efektif, namun tidak efektif melawan Covid-19.

Presiden STKBM Nurtakim mengatakan dalam siaran persnya bahwa tujuan dari STKBM adalah hak mengatur pekerja. — Sesuaikan aturan pembayaran asuransi JHT dengan menghitung rata-rata beban kerja hingga 10 hari kerja perbulan untuk menyesuaikan dengan situasi TKBM sebagai buruh harian lepas.

Menurut Nurtakim, penghitungan tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah ketimpangan hari kerja antar TKBM. “Kontribusi JHT”, ucapnya. — Nurtakim berharap keikutsertaan pekerja TKBM dalam program JHT BPKS Ketenagakerjaan semakin meningkatkan semangat dan produktivitas mereka di pelabuhan Tanjung Pruek.

Leave a Comment

download s128 apk_s128 apk_adu ayam saigon